ASUS Zenbook atau Vivobook 2025? Ini Perbandingan Lengkapnya yang Wajib Kamu Tahu

ASUS Zenbook 14 OLED
ASUS Zenbook 14 OLED

ASUS dikenal punya dua lini laptop populer yang selalu jadi bahan perbandingan: Zenbook dan Vivobook. Keduanya sama-sama menawarkan performa andal, tapi dengan karakter berbeda.

Zenbook hadir dengan desain premium dan performa tinggi yang ditujukan untuk profesional maupun pekerja kreatif. Sementara itu, Vivobook tampil lebih ramah di kantong, cocok untuk pelajar dan pengguna sehari-hari.

Di tahun 2025 ini, banyak yang masih bingung memilih antara keduanya. Supaya lebih jelas, mari kita ulas perbedaan Zenbook dan Vivobook agar kamu bisa menentukan mana yang paling pas dengan kebutuhan.

Desain dan Layar

Perbedaan paling mencolok terlihat dari sisi desain. Zenbook menggunakan bodi aluminium tipis dengan finishing mengilap, terasa mewah sekaligus ringan. Laptop ini sangat praktis untuk dibawa bepergian karena dimensinya ramping dan bobotnya ringan. Selain estetik, build quality logamnya juga membuat Zenbook lebih tahan lama untuk penggunaan harian.

Sementara itu, Vivobook lebih mengedepankan gaya kasual dan dinamis. Hadir dengan pilihan warna beragam, laptop ini cocok untuk anak muda yang ingin tampil beda. Meski sedikit lebih besar dari Zenbook, Vivobook tetap nyaman digunakan dan terasa cukup kokoh di tangan.

Untuk kualitas layar, Zenbook jelas unggul. Varian terbarunya sudah menggunakan panel OLED yang menampilkan warna tajam, hitam pekat, dan akurasi tinggi—ideal untuk editing foto maupun menikmati film. Sedangkan Vivobook kebanyakan masih memakai layar Full HD standar. Meski cukup untuk kebutuhan belajar dan hiburan, kualitasnya belum bisa menandingi visual OLED di Zenbook.

Performa dan Baterai

Zenbook memang ditujukan untuk pengguna dengan kebutuhan komputasi berat. Ditenagai prosesor Intel Core i5/i7 atau AMD Ryzen 7 terbaru, performanya mampu menangani editing video, multitasking puluhan tab, hingga software desain tanpa kendala. Dukungan sistem pendingin yang lebih baik juga membuatnya tetap stabil meski digunakan dalam waktu lama.

Vivobook, di sisi lain, tidak sekuat Zenbook, tapi tetap bisa diandalkan untuk aktivitas harian. Dibekali prosesor Intel Core i5 atau AMD Ryzen 5, laptop ini sangat cukup untuk browsing, menulis laporan, kelas online, hingga hiburan seperti menonton film. Singkatnya, Vivobook lebih fokus pada efisiensi untuk pengguna kasual.

Dari sisi baterai, Zenbook juga unggul dengan daya tahan mencapai 8–12 jam. Cocok untuk pengguna yang sering bekerja mobile seharian penuh tanpa harus sering mengisi daya. Vivobook biasanya bertahan 6–9 jam, cukup untuk kebutuhan kampus atau pekerjaan kantor, meski kadang perlu isi ulang di tengah aktivitas.

Harga dan Fitur: Premium Mahal vs Hemat Andal

Harga menjadi faktor besar dalam membedakan kedua seri ini. Zenbook ditempatkan sebagai laptop kelas premium dengan harga mulai dari Rp11 jutaan hingga lebih dari Rp24 jutaan, tergantung varian. 

Dengan harga tersebut, kamu mendapatkan build quality premium, prosesor kelas atas, layar OLED berkualitas tinggi, port Thunderbolt super cepat, hingga teknologi pendingin canggih. Tidak heran jika Zenbook kerap dipilih profesional, pebisnis, maupun kreator konten yang butuh laptop andal untuk produktivitas intensif.

Sebaliknya, Vivobook hadir lebih terjangkau, mulai dari Rp6 jutaan saja. Meski harganya jauh lebih murah, laptop ini tetap membawa fitur penting seperti penyimpanan SSD cepat, layar Full HD, dan prosesor modern yang cukup tangguh untuk kebutuhan standar. Beberapa model terbaru Vivobook bahkan sudah dilengkapi layar OLED serta dukungan stylus, membuatnya makin fleksibel untuk belajar, bekerja, hingga hiburan.