Cara Ampuh Bikin Tulisan AI Tidak Terdeteksi, Nomor 3 Sering Dilupakan!

ChatGPT
ChatGPT

Di era digital, semakin banyak orang memanfaatkan ChatGPT dan artificial intelligence (AI) sejenis untuk menulis esai, artikel, hingga skripsi. Praktis memang, tetapi ada satu risiko besar: tulisanmu bisa terdeteksi sebagai hasil buatan AI. Jika hal ini terjadi, orang lain bisa langsung tahu bahwa teks tersebut bukan murni karya manusia.

Nah, supaya lebih aman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tulisan berbantuan AI tetap terlihat natural dan tidak mudah terbaca oleh alat pendeteksi. Meski sedikit lebih rumit, langkah ini jauh lebih baik ketimbang harus menerima risiko tulisanmu dianggap hasil dari bot.

Cara Membuat Tulisan AI Tidak Terdeteksi

1. Periksa Apakah Tulisanmu Terdeteksi AI

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengecek dulu apakah tulisanmu sudah terdeteksi sebagai hasil AI. Caranya, gunakan tools pendeteksi seperti GPTZero, Copyleaks, atau Undetectable.

Umumnya, aplikasi tersebut bekerja dengan membandingkan pola tulisanmu dengan database hasil generate AI yang sudah dipelajari sebelumnya. Jika hasil cek menunjukkan indikasi tulisanmu berasal dari AI, barulah kamu bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.

2. Gunakan Fitur Rewrite di ChatGPT

Kalau teksmu sudah terdeteksi AI, coba minta ChatGPT sendiri untuk melakukan rewrite atau menulis ulang. Dengan begitu, susunan kalimat maupun pemilihan katanya akan berubah.

Namun, perlu dicatat bahwa metode ini tidak sepenuhnya aman. Ada baiknya kamu tetap melakukan editing manual agar tulisan lebih terasa humanis dan tidak kaku.

3. Lakukan Parafrasa dengan QuillBot

Selain rewrite, cara lain yang cukup efektif adalah parafrasa menggunakan QuillBot. Situs ini memungkinkanmu untuk menguraikan kembali kalimat dengan struktur baru, tetapi makna tetap sama.

Langkahnya mudah: cukup salin teks yang ingin diparafrasa, lalu tempelkan ke kotak yang tersedia di quillbot.com. Kamu bisa mengatur tingkat sinonim hingga memilih mode akademik atau formal, sesuai kebutuhan. Dengan begitu, hasil akhirnya akan terlihat lebih alami.

Risiko Plagiarisme Tulisan AI

Meski AI bisa membantu dalam menulis, perlu diingat bahwa penggunaan ChatGPT untuk karya akademik sangat berisiko. Menurut laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), teks buatan AI pada dasarnya merupakan hasil generate dari banyak sumber yang pernah dipelajari. Hal ini bisa masuk ke kategori plagiarisme.

Aturan ini juga sejalan dengan Permendiknas No. 17 Tahun 2010 yang menegaskan bahwa plagiarisme adalah tindakan menilai sebuah karya dengan mengutip sebagian atau seluruh karya pihak lain, baik sengaja maupun tidak.

Selain itu, informasi yang diberikan AI tidak selalu akurat. Karena basis datanya sangat luas, ada kemungkinan isi teks mengandung ketidakakuratan yang bisa merugikan penulis, terutama dalam konteks akademik.

Jadi, Apakah AI Boleh Digunakan?

Bukan berarti penggunaan AI sepenuhnya dilarang. Kamu tetap bisa memanfaatkannya untuk mencari ide, menyusun draft awal, atau menerjemahkan referensi asing. Namun, sebaiknya hasil akhirnya tetap diolah dengan gaya bahasa dan pemikiranmu sendiri.

Dengan begitu, tulisanmu tidak hanya aman dari deteksi AI, tetapi juga lebih bernilai karena mencerminkan keaslian pikiran. Ingat, tujuan AI seharusnya membantu, bukan menggantikan kreativitasmu sepenuhnya.