Nico Paz Latihan 300 Kali untuk Bikin Gol Tendangan Bebas ala Messi

Pelatih Como, Cesc Fabregas, membagikan rahasia di balik keberhasilan Nico Paz mencetak gol tendangan bebas yang memukau saat melawan Lazio.
Playmaker asal Argentina, yang dijuluki titisan Lionel Messi, memulai musim Liga Italia ini dengan performa yang mengesankan.
Nico Paz menjadi bintang utama dalam kemenangan Como saat menjamu Lazio di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Minggu (24/8/2025), dengan skor akhir 2-0.
Paz memberikan kontribusi awal melalui assist yang diselesaikan dengan baik oleh Anastasios Douvikas.
Umpan cemerlang dari jebolan Real Madrid ini berhasil membelah pertahanan lawan dari tengah lapangan.
Aksi menawan Paz ditutup dengan sebuah gol spektakuler dari tendangan bebas.
Tembakan melengkung yang dilakukan oleh pemuda berusia 20 tahun ini menghunjam dengan sempurna ke pojok atas gawang, tak terjangkau oleh kiper Ivan Provedel.
Media pun langsung membandingkan gol indah tersebut dengan sepak bebas khas Lionel Messi.
Paz semakin meyakinkan diri sebagai titisan dari sang superstar Argentina yang kini bermain untuk Inter Miami.
Transfermarkt mencatat bahwa gol tersebut adalah tendangan bebas langsung pertama yang tercatat dalam karier profesional Paz.
Gelandang Como Nico Paz (Kanan) berebut bola dengan bek Lazio Luca Pellegrini pada laga Serie A Italia SS Lazio vs Como 1907 di Stadion Olimpiade di Roma pada 10 Januari 2025.
Kerja Keras Nico Paz
Cesc Fabregas mengungkapkan bahwa gol ini merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten.
"Tendangan bebas itu adalah hasil kerja keras. Sejak pemusatan latihan enam minggu lalu, Nico Paz telah mengambil lebih dari 300 tendangan bebas setelah setiap sesi latihan," ujarnya.
"Konsistensinya akhirnya membuahkan hasil," tambah Fabregas, dilansir dari Tuttomercatoweb.
Nico Paz sendiri mengaku tidak terkejut dengan aksinya tersebut, karena dia rajin berlatih untuk mencetak gol dari tendangan bebas.
"Saya selalu berlatih tendangan bebas. Di setiap sesi latihan, saya berusaha untuk terus memperbaiki diri," ujarnya dalam kesempatan terpisah.
"Kadang-kadang kami bercanda tentang hal itu dalam latihan, tapi intinya selalu sama: mencoba menendang bola sebaik mungkin."
"Saat bola masuk, saya tidak bisa mengatakan terkejut karena sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk situasi-situasi seperti ini," tambahnya.
Nico Paz Betah di Como 1907
Paz, yang merupakan putra dari mantan bek timnas Argentina di Piala Dunia 1998, Pablo Paz, merasa sangat bahagia dengan pencapaiannya.
Di tengah isu transfer yang mengaitkannya dengan klub-klub besar Eropa, Nico Paz menegaskan komitmennya untuk tetap bersama Como.
"Sejak hari pertama, saya merasakan cinta dari orang-orang di sini, sungguh," ujarnya.
"Hal ini sangat membantu saya untuk memasuki lapangan dengan lebih percaya diri dan tenang."
"Saya merasa seperti di rumah sendiri dan berterima kasih kepada semua penggemar atas dukungan mereka yang terus-menerus."
Paz juga menambahkan bahwa dia merasa bangga bisa membawa kebahagiaan bagi para pendukungnya.
"Ini adalah sumber kebanggaan bagi saya untuk membawa kebahagiaan demi mereka yang mendukung saya," katanya.
Ketika ditanya mengenai targetnya musim ini setelah mencetak gol dan memberikan assist dalam laga melawan Lazio, Paz mengakut tak mematok jumlah tertentu.
"Saya tidak menetapkan target secara angka. Saya tidak memikirkan ‘10 gol atau 10 assist’.”
"Saya selalu berusaha fokus pada satu pertandingan sekaligus, mencari cara terbaik untuk tampil maksimal di lapangan."
"Saya bekerja setiap hari dan hasilnya akan datang sedikit demi sedikit. Yang penting adalah tumbuh bersama tim," tutupnya.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!