Top 8+ Tips Investasi Deposito Agar Keuntungan Maksimal, Cocok untuk Pemula

Ilustrasi Investasi, 1. Bandingkan Bunga Antar Bank, 2. Pilih Tenor Sesuai Kebutuhan, 3. Manfaatkan Sistem ARO, 4. Pertimbangkan Pencairan Bunga, 5. Perhatikan Biaya Administrasi dan Pajak, 6. Diversifikasi Deposito, 7. Pantau Tren Suku Bunga BI, 8. Gunakan Deposito sebagai Pelengkap Portofolio
Ilustrasi Investasi

Deposito masih menjadi pilihan investasi yang populer karena tingkat keamanannya yang tinggi. Berbeda dengan saham atau instrumen investasi lain yang penuh risiko, deposito memberikan bunga pasti dengan risiko sangat rendah.

Itulah alasan deposito kerap dipilih oleh pemula atau investor yang ingin menyimpan dana darurat sekaligus mendapatkan imbal hasil tetap. Meskipun deposito relatif aman, bukan berarti Anda bisa asal menaruh uang tanpa strategi.

Ada beberapa cara agar keuntungan dari deposito bisa lebih optimal, mulai dari memilih bank yang tepat, tenor yang sesuai, hingga memahami sistem bunga dan pajaknya. Berikut tips lengkap investasi deposito agar hasil yang Anda dapatkan bisa maksimal, ditambah dengan simulasi perhitungan sederhana.

1. Bandingkan Bunga Antar Bank

Setiap bank memiliki kebijakan suku bunga deposito yang berbeda. Umumnya, bank umum besar menawarkan bunga yang lebih rendah dibanding bank Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Misalnya, bank umum bisa memberikan bunga 3–4 persen per tahun, sementara bank BPR bisa menawarkan hingga 6–7 persen. Namun, penting untuk memastikan bank pilihan Anda terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dana tetap aman. Dengan membandingkan bunga antar bank, Anda bisa mendapatkan imbal hasil lebih tinggi.

2. Pilih Tenor Sesuai Kebutuhan

Tenor deposito biasanya tersedia dalam pilihan 1, 3, 6, hingga 12 bulan. Jika Anda ingin fleksibilitas pencairan, pilih tenor pendek agar dana lebih cepat bisa diambil.

Apabila tujuan Anda adalah investasi jangka menengah, tenor 6 atau 12 bulan biasanya memberikan bunga lebih tinggi. Menentukan tenor yang sesuai akan membantu Anda menyeimbangkan kebutuhan likuiditas dan keuntungan.

3. Manfaatkan Sistem ARO

Automatic Roll Over (ARO) adalah fitur yang secara otomatis memperpanjang deposito setelah jatuh tempo dengan bunga terbaru. Apabila Anda tidak ingin repot mengurus perpanjangan, sistem ini sangat bermanfaat.

Dengan ARO, dana Anda terus berputar dan menghasilkan bunga. Sehingga tidak ada waktu terbuang antara jatuh tempo dan pembukaan deposito baru.

4. Pertimbangkan Pencairan Bunga

Deposito biasanya menawarkan dua skema pencairan bunga: bulanan atau setelah jatuh tempo. Jika Anda membutuhkan tambahan cash flow bulanan, pilih pencairan bunga tiap bulan.

Namun jika ingin bunga terkumpul lebih besar sekaligus, pilih pencairan setelah jatuh tempo. Menyesuaikan skema pencairan dengan kebutuhan akan membantu memaksimalkan manfaat deposito.

5. Perhatikan Biaya Administrasi dan Pajak

Bunga deposito di Indonesia dikenakan pajak final sebesar 20 persen. Artinya, bunga yang Anda terima akan dipotong pajak sebelum masuk ke rekening.

Selain itu, beberapa bank mengenakan biaya administrasi tambahan. Pastikan Anda menghitung bunga bersih yang diterima, bukan hanya melihat angka bunga kotor. Dengan begitu, Anda bisa menilai keuntungan riil dari deposito.

6. Diversifikasi Deposito

Sama seperti investasi lainnya, prinsip diversifikasi juga berlaku pada deposito. Jangan menaruh seluruh dana pada satu tenor atau satu bank.

Misalnya, sebagian dana ditempatkan pada tenor 1 bulan untuk kebutuhan darurat, sementara sisanya di tenor 12 bulan untuk bunga lebih tinggi. Atau, Anda bisa menyebar dana di beberapa bank untuk mengurangi risiko sekaligus memanfaatkan perbedaan suku bunga.

7. Pantau Tren Suku Bunga BI

Suku bunga deposito umumnya mengikuti arah suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Jika BI Rate naik, bank biasanya menaikkan bunga deposito, begitu juga sebaliknya.

Dengan memahami tren ini, Anda bisa memilih waktu yang tepat untuk menempatkan dana di deposito agar bunga yang diperoleh lebih optimal.

8. Gunakan Deposito sebagai Pelengkap Portofolio

Deposito memang bukan instrumen untuk mengejar keuntungan besar, melainkan untuk menjaga keamanan dana dan stabilitas portofolio. Oleh karena itu, gunakan deposito sebagai pelengkap investasi lain seperti reksa dana, obligasi, atau saham. Dengan kombinasi ini, Anda tetap bisa menikmati imbal hasil yang lebih besar tanpa mengorbankan rasa aman.

Simulasi Perhitungan Deposito Rp10 Juta dengan Bunga 5% per Tahun

Untuk lebih jelas, mari kita hitung simulasi keuntungan deposito dengan modal Rp10 juta dan bunga 5% per tahun.

  • Modal: Rp10.000.000
  • Bunga per tahun (kotor): 5% x Rp10.000.000 = Rp500.000
  • Pajak bunga deposito (20%): 20% x Rp500.000 = Rp100.000
  • Bunga bersih per tahun: Rp500.000 – Rp100.000 = Rp400.000

Jika bunga dibayarkan bulanan, maka keuntungan bersih yang diterima adalah Rp400.000 ÷ 12 ≈ Rp33.333 per bulan. Jadi, dengan modal Rp10 juta, Anda akan memperoleh tambahan pemasukan tetap sekitar Rp33 ribu setiap bulan setelah pajak. Angka ini memang tidak besar, tetapi sangat aman dan bisa dijadikan tabungan jangka menengah.

Investasi deposito tetap relevan hingga kini karena keamanannya yang tinggi dan risiko yang rendah. Meski keuntungannya tidak sebesar instrumen lain, tips-tips di atas dapat membantu Anda memperoleh hasil maksimal.

Simulasi sederhana menunjukkan bahwa deposito memang lebih cocok sebagai penyangga portofolio, bukan sebagai sumber keuntungan utama. Jika dikelola dengan bijak, deposito bisa menjadi instrumen yang stabil sekaligus mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.