Deretan Halte TransJakarta yang Rusak Parah Akibat Dibakar Massa

Halte TransJakarta
Halte TransJakarta

Sejumlah fasilitas umum termasuk halte TransJakarta ikut menjadi sasaran amukan massa hingga dibakar dan dirusak. PT TransJakarta pun angkat bicara, memberikan himbauan kepada masysrakat agar tidak sampai merusak fasilitas umum sehingga mengganggu mobilitas di kota. 

Pengerusakan sejumlah halte TransJakarta ini dilakukan oleh pihak tak bertanggungjawab. Akibatnya, banyak layanan TransJakarta tidak dapat beroperasi pagi ini.

"Hingga Sabtu pagi, ada tujuh halte yang dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab," kata Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta Ayu Wardhani di Jakarta, Sabtu 30 Agustus 2025.

Sejumlah halte TransJakarta mengalami kerusakan parah karena dibakar oleh massa. Berikut ini adalah sederet halte TransJakarta yang rusak parah akibat kericuhan demo Jumat malam:

  1. Halte Bundaran Senayan
  2. Halte Pemuda Pramuka
  3. Halte Polda Metro Jaya
  4. Halte Senen Toyota Rangga
  5. Halte Sentral Senen
  6. Halte Senayan
  7. Halte Gerbang Pemuda

Selain dibakar, sejumlah halte juga rusak akibat tindakan vandalisme dan perusakan fasilitas. Hal ini sangat disayangkan karena fasilitas publik merupakan kepentingan bersama. Pihaknya pun berharap agar masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas publik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang.

"Transjakarta mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling jaga fasilitas publik, agar manfaatnya bisa terus digunakan oleh banyak orang. Transjakarta berterima kasih atas dukungan semua pihak," ujar Ayu,

Kronologi Kericuhan Demonstrasi

Kericuhan di Jakarta berawal dari aksi demonstrasi yang dimulai sejak Senin, 25 Agustus 2025, di depan Gedung DPR/MPR RI. Aksi ini awalnya dipicu oleh penolakan terhadap usulan kenaikan tunjangan anggota DPR, khususnya tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan, yang dianggap tidak wajar di tengah kesenjangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup. 

Demonstrasi melibatkan berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, buruh, dan pengemudi ojek online (ojol), dengan tuntutan meliputi reformasi ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, dan kenaikan upah minimum.

Pada Kamis, 28 Agustus 2025, situasi memanas ketika aksi buruh di Gedung DPR berujung ricuh. Bentrokan antara massa dan aparat kepolisian terjadi di kawasan Senayan, Palmerah, dan Pejompongan. 

Puncaknya, sebuah insiden tragis terjadi di Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ketika seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan (21) tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. 

Insiden ini memicu kemarahan publik, terutama dari komunitas ojol, dan menjadi katalis bagi eskalasi demonstrasi pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Pada Jumat malam, demonstrasi meluas ke berbagai titik di Jakarta, termasuk depan Polda Metro Jaya, Senen, Matraman, Jatinegara, dan Simpang Semanggi. 

Massa yang terdiri dari mahasiswa, ojol, dan elemen masyarakat lainnya menuntut keadilan atas kematian Affan serta mengecam tindakan represif aparat. Namun, aksi ini berubah anarkis, ditandai dengan pengerusakan dan pembakaran fasilitas umum.