Bau Keringat Bisa Jadi Tanda Penyakit? Nomor 7 Paling Mengejutkan!

keringat
keringat

Keringat sering dianggap hanya sebagai efek samping yang tidak nyaman dari panas atau olahraga. Padahal, sebenarnya keringat adalah salah satu sinyal paling jujur dari tubuh Anda.

Selain berfungsi mengatur suhu, keringat juga bisa memberikan petunjuk penting tentang kondisi kesehatan secara keseluruhan. Mulai dari perubahan hormon, stres, masalah tiroid, gula darah rendah, hingga kondisi medis langka perubahan pada jumlah keringat atau bahkan baunya bisa menyingkap sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh.

Kadang petunjuk ini tidak berbahaya, tetapi di waktu lain bisa menandakan adanya masalah medis yang sebaiknya diperiksa. Berikut sembilan cara mengejutkan bagaimana keringat bisa memberi tahu Anda sesuatu tentang kesehatan tubuh, seperti dilansir dari laman Times of India.

1. Keringat Bau Ikan

Jika keringat Anda berbau seperti ikan, ini bisa terkait dengan kondisi langka yang disebut trimethylaminuria (TMAU). Gangguan ini membuat tubuh sulit memecah senyawa trimetilamina, hasil sampingan dari makanan tertentu seperti telur, kacang, dan ikan.

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh NIH (National Institutes of Health), penumpukan zat ini dapat membuat keringat, urin, dan napas berbau menyengat seperti ikan. Meski jarang, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup. Perubahan pola makan dan panduan medis dapat membantu mengendalikan gejalanya.

2. Fluktuasi Hormon

Jika Anda sering tiba-tiba merasa panas, bangun dengan pakaian basah kuyup, atau berkeringat meski tidak kepanasan, hormon bisa jadi penyebabnya. Perubahan hormon akibat menopause, kehamilan, atau sindrom pramenstruasi (PMS) dapat mengacaukan regulasi suhu tubuh.

Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) juga bisa meningkatkan sensitivitas terhadap panas dan menyebabkan keringat berlebih. Jika Anda sering mengalami keringat malam atau kepanasan tanpa sebab jelas, sebaiknya periksa fungsi hormon dan tiroid ke dokter. Evaluasi dini dapat mengurangi ketidaknyamanan sekaligus mencegah komplikasi.

3. Stres

Keringat karena stres bukan hanya ada di kepala Anda baunya memang berbeda. Sebagian besar keringat berasal dari kelenjar eccrine yang terutama mengeluarkan air dan garam. Namun saat stres, kelenjar apocrine (seperti di ketiak) mulai bekerja, menghasilkan keringat lebih kental yang mengandung protein, lemak, dan gula. Saat bercampur dengan bakteri kulit, keringat ini menimbulkan bau lebih menyengat. Itulah sebabnya keringat gugup terasa lebih lengket dan bau dibandingkan keringat setelah olahraga.

4. Emosi (Kebahagiaan dan Ketakutan)

Mungkin terdengar aneh, tapi emosi juga bisa memengaruhi bau keringat. Penelitian menunjukkan bahwa manusia bisa mendeteksi kebahagiaan bahkan rasa takut hanya dari bau. Dalam sebuah studi, peserta bisa menebak apakah seseorang baru menonton video lucu atau menakutkan hanya dengan mencium keringatnya dan hasilnya sering tepat. Meski riset lanjutan masih dibutuhkan, temuan ini mengindikasikan bahwa keringat membawa sinyal emosional halus.

5. Anhidrosis (Tidak Bisa Berkeringat)

Terlalu banyak keringat memang mengganggu, tapi terlalu sedikit bisa berbahaya. Anhidrosis adalah kondisi saat tubuh tidak bisa berkeringat dengan normal sehingga tidak mampu mendinginkan diri. Ini bisa meningkatkan risiko kepanasan bahkan heatstroke.

Penyebabnya bisa berupa kerusakan saraf, efek obat, atau penyakit tertentu. Kadang hanya bagian tubuh tertentu yang berhenti berkeringat, membuat area lain bekerja ekstra. Jika Anda jarang berkeringat meski cuaca panas, sebaiknya periksa kondisi ini.

6. Gula Darah Rendah

Keringat dingin dan lengket yang muncul tiba-tiba bisa menjadi tanda gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia). Gejala lain termasuk pusing, gemetar, kulit pucat, atau mual. Biasanya, makan atau minum sesuatu yang manis bisa cepat mengembalikan kadar gula darah. Namun, jika sering terjadi terutama pada penderita diabetes sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penyesuaian pola makan atau obat.

7. Hiperkhlorhidrosis (Keringat Asin)

Pernah melihat garis putih di kulit atau baju setelah banyak berkeringat? Itu bisa jadi tanda hiperkhlorhidrosis, yaitu keringat yang sangat asin. Dalam kasus langka, ini terkait dengan penyakit seperti fibrosis kistik (penyakit keturunan yang menyebabkan lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket.).

Kehilangan garam berlebih lewat keringat juga bisa menyebabkan dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit. Namun, sebagian orang memang alami memiliki keringat lebih asin karena faktor genetik, intensitas olahraga, atau pola makan. Jika keringat asin disertai kram otot, lemas, atau sering dehidrasi, periksakan ke dokter.

8. Hiperhidrosis (Keringat Berlebih)

Jika Anda berkeringat banyak meski udara sejuk, mungkin Anda mengalami hiperhidrosis. Berbeda dengan keringat normal akibat panas, stres, atau olahraga, hiperhidrosis membuat kelenjar keringat terlalu aktif tanpa alasan jelas. Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari misalnya tangan sampai meneteskan keringat saat istirahat, atau pakaian cepat basah kuyup. Perawatan bisa berupa antiperspirant resep dokter, obat oral, hingga suntikan Botox yang memblokir aktivitas kelenjar keringat.

9. Limfoma

Keringat malam tidak selalu berarti hormon atau stres kadang bisa jadi tanda limfoma, yaitu kanker sistem limfatik. Dokter belum sepenuhnya tahu kenapa limfoma menyebabkan keringat berlebih, tetapi kemungkinan terkait dengan respons imun tubuh terhadap kanker. Karena keringat malam juga bisa disebabkan oleh menopause, infeksi, atau kecemasan, jangan buru-buru panik. Namun, jika disertai penurunan berat badan tanpa sebab, kelelahan terus-menerus, atau pembengkakan kelenjar getah bening, segera periksa ke dokter.