Samsung Galaxy S26 Ultra Masih Pakai Baterai 5.000 mAh? Stagnan Sejak S20 Ultra Tujuh Tahun Berturut-turut!

Samsung Galaxy S25 Ultra dan Galaxy S24 Ultra
Samsung Galaxy S25 Ultra dan Galaxy S24 Ultra

Samsung dikenal sebagai salah satu pemain utama di industri smartphone, khususnya lini Galaxy S Ultra yang selalu menjadi “etalase” teknologi terbaik mereka. Namun, ada satu hal yang justru membuat banyak penggemar geleng-geleng kepala, baterai.

Sejak Galaxy S20 Ultra (2020) hingga yang terbaru Galaxy S25 Ultra (2025), Samsung masih mengandalkan baterai 5.000 mAh. Dan jika rumor seputar Galaxy S26 Ultra benar, itu berarti tujuh tahun berturut-turut flagship termahal Samsung memakai kapasitas baterai yang sama.

Lalu, kenapa Samsung masih mempertahankan angka ini sementara kompetitor justru melangkah lebih jauh?

Baterai 5.000 mAh, Cukup Tapi Sudah Usang?

Secara teori, baterai 5.000 mAh masih sangat layak. Dengan dukungan chipset hemat daya dan optimasi software, kapasitas ini mampu menemani pengguna seharian penuh.

Namun, masalahnya ada pada ekspektasi. Galaxy S Ultra adalah produk premium yang dijual dengan harga selangit. Di segmen ini, wajar jika konsumen mengharapkan sesuatu yang lebih, apalagi ketika merek lain sudah berani menghadirkan baterai jumbo:

  • OnePlus 13 dengan baterai 6.000 mAh.
  • Xiaomi Redmi Note 15 Pro bahkan berani menawarkan 7.000 mAh di kelas harga terjangkau.
  • Realme dikabarkan tengah menguji ponsel dengan baterai 15.000 mAh.

Jika brand lain bisa melakukannya, mengapa Samsung seolah jalan di tempat?

Dari S20 Ultra Hingga S26 Ultra: Pola yang Sama

Sejak debut S20 Ultra (2020), kapasitas baterai tidak pernah berubah:

  • Galaxy S20 Ultra → 5.000 mAh
  • Galaxy S21 Ultra → 5.000 mAh
  • Galaxy S22 Ultra → 5.000 mAh
  • Galaxy S23 Ultra → 5.000 mAh
  • Galaxy S24 Ultra → 5.000 mAh
  • Galaxy S25 Ultra → 5.000 mAh
  • Galaxy S26 Ultra → diperkirakan tetap 5.000 mAh

Stagnasi satu hingga tiga tahun mungkin masih bisa dimaklumi. Tetapi tujuh tahun tanpa peningkatan? Itu wajar jika konsumen mulai merasa Samsung kurang berinovasi.

Kenapa Samsung Tidak Tambah Kapasitas Baterai?

Ada beberapa kemungkinan alasan:

  1. Strategi desain tipis
    Samsung mungkin lebih memilih menjaga dimensi ponsel agar tetap ramping, meski harus mengorbankan kapasitas baterai.
  2. Efisiensi chipset
    Dengan prosesor terbaru Snapdragon, daya tahan baterai bisa tetap panjang meski kapasitas tidak berubah.
  3. Faktor bisnis
    Selama konsumen masih membeli Galaxy S Ultra, Samsung mungkin merasa tidak perlu terburu-buru melakukan upgrade besar di sektor baterai.

Namun, jika strategi ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin pengguna setia akan beralih ke merek lain yang menawarkan lebih banyak value.

Bukan Masalah Daya Tahan, Tapi Gengsi

Perlu dicatat, Galaxy S26 Ultra dengan 5.000 mAh tidak berarti boros daya. Justru, berkat optimasi software, ponsel ini bisa bertahan seharian penuh.

Masalah utamanya ada pada persepsi. Ponsel flagship yang dijual lebih dari Rp20 juta seharusnya memberikan sesuatu yang lebih unggul dibanding pesaing di kelas menengah. Fakta bahwa ponsel Rp3 jutaan bisa hadir dengan baterai 7.000 mAh membuat Galaxy S Ultra terlihat stagnan.

Saatnya Samsung Berani Melangkah Lebih Jauh

Kapasitas 5.000 mAh mungkin masih relevan, tetapi konsumen kini menuntut loncatan nyata. Baterai 6.000 mAh atau bahkan lebih bukan hanya akan memberi daya tahan ekstra, tetapi juga memperkuat citra Galaxy S Ultra sebagai “flagship sejati”.

Jika tidak, Samsung berisiko dicap sebagai perusahaan yang “bermain aman” dan kehilangan daya tarik di mata pengguna yang haus inovasi.