Jumlah Jari Penonton di Video Konser Tidak Lengkap, Will Smith Pakai AI?

Aktor dan rapper Will Smith tengah jadi sorotan setelah video konser terbarunya dituding menggunakan penonton buatan kecerdasan buatan (AI).
Video itu diunggah sebagai konten YouTube Shorts di kanal YouTube resmi Smith pada 12 Agustus lalu sebagai bagian dari promosi tur musiknya.
Dalam video berdurasi hampir 1 menit tersebut, Smith terlihat membawakan lagu barunya, “You Can Make It” sambil menyapa penggemar. Video Shorts itu juga disertai dengan suasana konser hingga penggemar yang bersorak-sorai.
Sekilas video tampak normal, tapi beberapa potongan klip menunjukkan tanda-tanda aneh, terutama pada potongan klip penonton yang bersorak dan membawa banner.
Pasalnya, klip tersebut menampilkan wajah buram dan ekspresi kaku, tangan dengan jumlah jari yang tidak wajar, hingga tulisan banner.
Video ini sudah ditonton lebih dari 345.000 kali dan mendapatkan sekitar 2.400 like. Namun, yang menarik adalah kolom komentar yang dipenuhi penonton yang curiga.
Poster bertuliskan ?Lov U Fresh Prince? tiba-tiba berubah jadi ?Lov U Fr6sh Crince.
Sejumlah penonton YouTube menyadari kejanggalan itu dan menuliskan komentar satir.“Saya pause videonya dan lihat kerumunan lebih dekat. Banyak jari tambahan di sana,” tulis seorang pengguna.
“Bayangkan sudah sekaya dan seterkenal Will Smith, tapi masih pakai penonton palsu AI di video,” komentar lainnya.
Ada juga yang menyoroti papan tulisan penonton yang ikut terdistorsi. Misalnya, sebuah poster bertuliskan “Lov U Fresh Prince” tiba-tiba berubah jadi “Lov U Fr6sh Crince".
Ada pula papan lain yang menyinggung soal perjuangan melawan kanker, tapi ditampilkan dengan wajah penonton yang terlihat aneh dan “plastik” khas gambar AI.
Pihak Smith maupun agensinya di Creative Artists Agency (CAA) belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan ini.
Video tersebut hanya diberi judul: “My favorite part of tour is seeing you all up close. Thank you for seeing me too (emoji hati)” tanpa keterangan lebih lanjut mengenai lokasi atau konteks rekaman.
Beberapa potongan klip video konser Will Smith menunjukkan tanda-tanda aneh, terutama pada potongan klip penonton yang yang bersorak dan membawa banner.
Smith sendiri baru saja merilis album “Based on a True Story” awal tahun ini, meski sambutannya tidak terlalu positif dari kritikus musik. Saat ini, ia sedang menjalani tur Eropa, termasuk beberapa konser di Inggris dan Paris.Isu penonton buatan AI di video Smith juga menambah panjang daftar kontroversi penggunaan AI di dunia hiburan.
Sebelumnya, musisi Rod Stewart sempat menuai kritik setelah menampilkan video AI Ozzy Osbourne bersama artis lain yang sudah meninggal.
Di Amerika, seorang jurnalis juga dikecam karena melakukan wawancara dengan versi AI seorang korban penembakan sekolah, yang dinilai tidak etis.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana AI semakin merambah dunia hiburan, sekaligus memicu perdebatan tentang batasan penggunaan teknologi dalam karya seni.
Untuk saat ini, apakah Smith benar-benar memakai “penonton AI” atau hanya efek editing video, masih belum jelas.
Yang jelas, meski ramai diperdebatkan, pakar menyebut penggunaan AI untuk konten promosi artis sudah semakin umum.
Menurut Manick Bhan, pakar AI dari Search Atlas, banyak selebritas dan influencer yang diam-diam mulai memakai AI untuk menghemat biaya produksi sekaligus memperbanyak konten dalam waktu singkat.
“Dengan satu rekaman penampilan, mereka bisa membuatnya seolah tampil di sepuluh konser berbeda, lengkap dengan penonton yang bervariasi, tanpa harus benar-benar keliling dunia,” kata Bhan.
Ia menambahkan, meskipun saat ini penonton bisa mengenali tanda-tanda “penonton AI”, perkembangan teknologi akan membuat hasilnya makin sulit dibedakan.
“Dalam setahun ke depan, video semacam ini bisa dibuat jauh lebih mulus dan mungkin tidak lagi menimbulkan penolakan,” ujar dia, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNET, Jumat (29/8/2025).
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!