Baru Tahu, Balap Pertamax Turbo Drag Fest 2025 di Tasikmalaya Ternyata Selevel Kejurnas, Ini Buktinya

Pertamax Turbo Drag Fest 2025
Balap pacu satu jalur di trek aspal Pertamax Turbo Drag Fest 2025 minggu ini dipastikan seru.
Selain membludaknya peserta, PTDF seri ke-2 di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, minggu ini (30/8-31/8) setara balapan nasional.
Mau bukti?
Jadi kenapa balapan lurus Pertamax Turbo Drag Fest (PTDF) 2025 bisa disebut selevel kejurnas bisa dilihat dari beberapa hal.
Sekedar info, bukan cuma PTDF 2025 di Tasikmalaya, sejak tahun lalu PTDF digelar di Lanud alias Landasan Udara.
Bulan Juli lalu PTDF 2025 berlangsung di Lanud Gading, Wonosari. Pastinya panjang landasan pacu pesawat terbang untuk lanud lokal minimal 1.000 meter.
PTDF selalu diselenggarakan landasan pacu pesawat terbang minimal 1.000 meter
Sesuai regulasi IMI panjang jalur start sampai finish dan area pengereman harus sama.
Balap lurus 201 meter harus punya area pengereman yang jaraknya 201 meter juga.
Begitu juga kelas balap PTDF 402 meter harus punya jalur pengereman 402 meter.
Standar nasional untuk panjang lintasan balap dan area pengereman untuk keselamatan pembalap.
Jalur balap dan area pengereman bisa dicek Peraturan Drag Bike di website IMI (Ikatan Motor Indonesia) untuk regulas balap lurus 2025.
"Sangat support sekali untuk Pertamax Turbo Drag Fest," singkat Denny Donat, salah satu pemenang kategori drag race asal Karawang PTDF 2025 Wonosari, Juli lalu.
Memakai lampu start model Pohon Natal (Christmas Tree)
Adha Zulfan dari pemenang salah satu kelas Drag Bike di PTDF 2025 Wonosari dari tim PMT Garage, Bantul juga mengatakan event ini menarik.
"Pertamax Turbo Drag Fest juga jadi ruang buat kita pembalap lokal untuk tampil di ajang nasional. Semoga bisa terus berjalan dan lebih sering diadakan di Yogyakarta," imbuh Adha
Perangkat yang memenui standar kejuaran nasional lainnya di gelaran PTDF dipasang sensor start dan lampu start sudah sesuai regulasi nasional yang diatur PP IMI.
Di luar trek, area paddock tim yang ikutan PTDF ditata rapi. Ada larangan merokok di dalam atau pun sekitar paddock.
Area penonton balap pun diatur jarak dan diberi batas pagar besi untuk menjaga dari motor atau mobil yang bisa saya keluar jalur lintasan.
Catatan waktu langsung bisa dilihat secara terbuka, kejuaran jadi lebih ketat dan seru
Pembalap yang turun di PTDF sudah lintas wilayah lokasi balapan berlangsung.
Peserta balap lurus berasal dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sampai Sumatera beradu di PTDF.
Bukan cuma mengejar prestasi, di setiap gelaran PTDF penonton pasti senang banget.
Biar dapat nonton gratis, cukup tunjukan aplikasi MyPertamina yang sudah diinstall di hp.
Yang menonton bisa mendapatkan diskon oli Pertamina, e-voucher, dan kesempatan gratis datang ke MotoGP Mandalika.
Nah seru kan? Yuk nonton!