Jawaban Honda Terkait Pasar yang Terus Drop, Anggap Kompetitor Baru Bukan Ancaman

– Kondisi pasar otomotif Indonesia pada 2025 masih menghadapi tantangan besar.
Penjualan mobil sepanjang Januari-Juli 2025 tercatat turun hingga 10,8 persen dibandingkan dengan capaian tahun 2024.
Terkait hal ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) menilai ada sejumlah faktor yang menekan laju pasar.
“Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain kondisi ekonomi global dan nasional yang menekan daya beli, pengetatan approval lembaga pembiayaan, serta perilaku konsumen yang membutuhkan pertimbangan lebih panjang dalam melakukan pembelian kendaraan,” ujar Yusak Billy, Sales & Marketing and Aftersales Director HPM, saat dihubungi GridOto.com beberapa hari lalu.
Lebih jauh, Ia menegaskan situasi kali ini berbeda dengan masa pandemi COVID-19.
Jika dulu perlambatan disebabkan pembatasan aktivitas, maka saat ini tekanan lebih datang dari perlambatan daya beli dan ketidakpastian global.
“Tantangan memang serupa, tapi faktor pendorongnya berbeda,” tambahnya.
Meski begitu, HPM tetap optimistis pasar bisa kembali bertumbuh seiring membaiknya kondisi ekonomi.
Untuk itu, perusahaan merancang sejumlah strategi agar tetap kompetitif di tengah tekanan pasar.
“Kami memprioritaskan penyegaran produk, merancang program penjualan yang memudahkan konsumen membeli kendaraan, melakukan efisiensi untuk memberi nilai lebih, serta menjaga kualitas layanan agar kepercayaan konsumen tetap terjaga,” kata Billy.
Banyak Kompetitor Baru
Di sisi lain, industri otomotif nasional kini diwarnai oleh kehadiran sejumlah kompetitor baru, yang umumnya merupakan pabrikan China.
Kehadiran mereka disebut Billy sebagai bagian dari dinamika pasar yang sehat.
“Kehadiran kompetitor baru tentu memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen, dan itu menjadi dorongan bagi kami untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Menurutnya, Honda masih mengandalkan kekuatan pada jaringan dealer, layanan purna jual, kualitas produk, serta kepercayaan konsumen yang telah terbangun lintas generasi.
Ia berharap, situasi ekonomi bisa segera membaik sehingga penjualan mobil baru kembali pulih.
"Kami berharap pasar kembali bertumbuh seiring membaiknya kondisi ekonomi," tutupnya.