Kapolri Listyo Sigit Minta Maaf karena Brimob Lindas Ojol, Nicholas Saputra: Mundur Pak!

Nicholas Saputra
Nicholas Saputra

 Aktor Nicholas Saputra ikut menyoroti masalah yang tengah memanas antara masyarakat dengan kepolisian. Lewat cuitan di akun X pribadinya, Nicholas Saputra tak segan membagikan ulang sebuah postingan yang berisi permintaan maaf dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Alih-alih menanggapi dengan lapang dada, Nicholas Saputra justru meminta agar Listyo Sigit mundur dari jabatannya sebagai Kapolri. 

"Mundur Pak," tulisnya singkat, dikutip Jumat 29 Agustus 2025. 

Meski sudah meminta maaf secara terbuka pada publik dan keluarga Affan Kurniawan, namun publik juga mendesak adanya tindakan tegas dan bertanggung jawab dari pihak kepolisian atas respons terhadap insiden tersebut.

Sebagai informasi, Affan Kurniawan, pengemudi ojek online berusia 21 tahun, tewas tragis setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. 

Insiden terjadi saat kericuhan pasca-aksi demonstrasi di Gedung DPR. Affan, yang bukan peserta demo melainkan sedang mengantar pesanan makanan, tertabrak rantis Brimob yang melaju kencang untuk membubarkan massa. 

Affan meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) beberapa jam kemudian. Ia dikenal sebagai tulang punggung keluarga, tinggal di kontrakan sederhana di Menteng, dan putus sekolah sejak SMK karena keterbatasan ekonomi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut pada Jumat dini hari, 29 Agustus 2025, saat mengunjungi keluarga Affan di RSCM. 

Ia menyesali kejadian ini, menyampaikan belasungkawa, dan berjanji mengusut kasus secara transparan melalui Divisi Propam Polri. Tujuh anggota Brimob yang berada di rantis telah diamankan dan diperiksa, dengan Kadiv Propam Irjen Abdul Karim memastikan pelanggaran kode etik. Kapolri juga berkomitmen membantu kebutuhan keluarga, termasuk pemakaman. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri turut meminta maaf dan menjamin biaya rumah sakit serta pemakaman ditanggung. Insiden ini memicu kemarahan publik dan seruan evaluasi SOP pengamanan demonstrasi.