Sopir Rantis Brimob yang Lindas Ojol hingga Tewas Mengaku Tak Lihat Korban: Jalanan Penuh Batu

Insiden tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam, masih menjadi sorotan publik.
Salah satu anggota Brimob yang menjadi sopir rantis akhirnya memberikan pengakuan terkait peristiwa tersebut.
Dalam pemeriksaan Divisi Propam Polri, sopir rantis itu menuturkan bahwa situasi kala itu sangat kacau karena massa melempari kendaraan dengan batu hingga bom molotov.
Ia mengaku hanya fokus menyelamatkan anggota Brimob lain yang berada di dalam kendaraan, sehingga tidak melihat korban yang berlari di depan rantis.
“Jadi itu di jalan kan pertigaan, di kiri ada massa, di kanan massa, di depan massa dekat pom bensin. Itu mobil kalau saya berhentikan, habis pak. Pasti habis karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai cone block, pakai bom molotov,” ujarnya dikutip dari YouTube Kompas TV.
Menurut dia, jika rantis berhenti di tengah kerumunan, penumpang di dalamnya akan menjadi sasaran amuk massa.
"Di saat itu, jalanan sudah banyak batu, jadi saya enggak ngerti apa-apa itu. Terus pecahan apa itu yang terkena itu pak. Jadi saya hantam saja, karena kalau enggak saya terobos, selesai pak udah," ujar dia lagi.
Tak Lihat Korban, Hanya Pikirkan Keselamatan Anggota
Sopir rantis mengklaim tidak mengetahui ada orang di depan kendaraan saat kejadian.
Ia menyebut hanya memikirkan cara keluar dari kepungan massa.
“Saya tidak mengetahui posisi korban karena saya tidak memperhatikan orang kanan-kiri,” katanya.
Ia juga menyebut ada perintah dari atasan yang berada di dalam rantis agar kendaraan tetap bergerak.
Namun, karena massa berkerumun di sekitar lokasi, kendaraan pun melaju menembus kerumunan hingga akhirnya menabrak dan melindas Affan.
“Saya harus berjuang terus, pokoknya harus selamat ini. Lima menit telat, habis kita pak. Soalnya massa sudah banyak gitu,” tambahnya.
Affan Bukan Demo, tapi Sedang Antar Pesanan
Sementara itu, menurut kesaksian rekan ojol dan keluarga, Affan disebut tengah mengantarkan pesanan makanan ke kawasan Bendungan Hilir saat kejadian.
Karena jalan ditutup akibat demonstrasi, ia sempat berhenti sebelum akhirnya terjebak di jalur yang dilintasi rantis Brimob.
“Kata temen-temen ojol lainnya, korban ini lagi mau nganterin orderan ke rumah warga di kawasan Benhil. Mungkin karena dia enggak bisa lewat, akhirnya berhenti di situ dulu dan akhirnya kena mobil itu,” kata Abdul, saksi mata.
Affan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), tetapi nyawanya tidak tertolong.
Pemuda 21 tahun asal Jatipulo, Jakarta Barat, itu kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8/2025).
Sanksi untuk Anggota Brimob yang Lindas Ojol
Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengungkap, tujuh anggota Brimob telah diamankan terkait insiden tersebut, termasuk sopir rantis berinisial Bripka R.
Mereka ditempatkan dalam penahanan khusus (patsus) selama 20 hari sejak 29 Agustus 2025.
“Adapun dari gelar awal ini sudah kita sepakati, dan hasil rekomendasi secara menyeluruh kami pastikan tujuh orang terduga pelanggar terbukti melanggar kode etik kepolisian,” ujarnya.
Jika pemeriksaan membutuhkan waktu tambahan, masa penahanan bisa diperpanjang.
Sanksi etik ini menjadi dasar bagi proses hukum selanjutnya terhadap para anggota Brimob yang terlibat.
Permintaan Maaf Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada keluarga korban dan komunitas ojek online.
“Saya sampaikan ucapan duka cita mendalam kepada almarhum Affan dan juga tentunya kepada seluruh keluarga. Tadi kami menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi,” ujarnya.
Sigit memastikan evaluasi internal akan terus dilakukan agar tragedi serupa tidak terulang.
“Saya kira tadi Pak Kadiv Propam sudah menyampaikan dan saya pastikan untuk dilanjutkan. Proses akan selalu ada. Yang jelas evaluasi terus akan kita lakukan,” tegas Kapolri.
Sebagian artikel ini sudah tayang di Tribunnews dengan judul "Kata Sopir Rantis Brimob yang Lindas Affan saat Demo: Kalau Saya Berhenti, Habis Itu Pak" dan di KOMPAS.com dengan judul "Terbukti Langgar Etik, 7 Brimob Pelindas Ojol Langsung Ditahan".
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!