IHSG Anjlok Lebih dari 2 Persen pada Akhir Sesi Pertama, Cek 5 Saham Sukses Melesat

Ilustrasi papan IHSG
Ilustrasi papan IHSG

Hampir seluruh sektoral mengalami koreksi signifikan. Hanya sektor industri yang mencatat kenaikan sebesar 0,13 persen.

IHSG Ditutup Melemah

IHSG Ditutup Melemah

Sektor siklikal terjun paling dalam sebesar 4,69 persen, sektor infrastruktur merosot 3,50 persen, sektor bahan baku (basic materials) menyusut 3,47 persen dan sektor properti melemah 3,41 persen. Koreksi juga dicatat sektor energi turun 2,77 persen, sektor keuangan susut 2,55 persen, sektor teknologi melemah 2,47 persen, sektor transportasi terjun 1,79 persen dan sektor kesehatan kehilangan 1,76 persen.

Analis Phintraco Sekurita menilai secara teknikal, terdapat pelebaran negatif slope pada MACD. Hal tersebut seiring dengan Stochastic RSI yang mengarah ke oversold area. 

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level 7.750-7.725 pada perdagangan sesi kedua," demikian prediksi Phintraco Sekuritas yang dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 29 Agustus 2025.

Meski IHSG merosot signifikan, sejumlah emiten saham berhasil mencetak hasil postif. Dikutip dari Stockbit, berikut lima saham dengan lompatan harga tertinggi yang masuk jajaran top gainers.

Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)

Saham BMAS melesat 25 persen atau 165 poin hingga menembus area 825.

Duta Pertiwi Tbk (DUTI)

Saham DUTI menyusul penguatan sebesar 24,85 persen atau 850 poin ke level 4.270.

Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

Saham PGUN meningkat drastis sebesar 24,70 persen atau 610 poin menjadi 3.080.

Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)

Hasil positit turut dicetak saham KONI sebesar 24,62 persen atau 480 poin ke posisi 2.430.

Tempo Inti Media Tbk (TMPO)

Sahan TMPO menyusul ke zona hijau bekat lonjakan sebesar 20,69 persen atau 30 poin menjadi 175.