IHSG Ditutup Tersungkur 121 Poin di Tengah Berlanjutnya Aksi Demo, Intip 5 Saham yang Masih Perkasa

Masyarakat kembali melakukan aksi unjuk rasa imbas seorang mitra pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan meninggal akibat terlindas kendaraan aktis (rantis) Brimob Polri pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Tewasnya Affan sontak memantik kemarahan masyarakat tanah air yang diungkapkan melalui aksi demo hingga berbagai unggahan di media sosial.
Mayoritas sektoral mengalami penurunan drastis. Hanya sektor industri yang mencatat kenaikan sebesar 0,73 persen.

IHSG Ditutup Melemah
Sektor siklikal terjun paling dalam sebesar 3,06 persen, sektor infrastruktur anjlok 2,27 persen dan sektor teknologi amblas 2,25 persen. Kemudian sektor properti melemah 2,16 persen, sektor kesehatan menyusut 1,75 persen, sektor bahan baku (basic materials) terkoreksi 1,58 persen, sektor keuangan jatuh 1,45 persen dan sektor energi tergerus 1,42 persen.
Meski IHSG terbakar imbas demo, sejumlah emiten saham berhasil mencatat lompatan harga signifikan. Berikut saham yang berada di jajaran top gainers di papan utama.
PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA)
Saham PIPA melesat 34,21 persen atau 39 poin dan ditutup pada level 153.
Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)
Saham BMAS menguat sebesar 25 persen atau 165 poin menjadi 825.
PT Prediksi Gunatama Tbk (PGUN)
Hasil positif turut dibukukan saham PGUN sebesar 24,70 persen atau 610 poin hingga menebus area 3.080.
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
Saham KOIN ikut mencatatkan kenaikan pesat sebesar 24,62 persen atau 480 poin ke level 2.430.
PT Voskel Electric Tbk (VOKS)
Saham VOKS melambung 24,60 persen atau 62 poin dan ditutup di posisi 314.