LRT Jabodebek Jalankan 26 Trainset September 2025, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat

Ilusrtasi LRT Jabodebek
Ilusrtasi LRT Jabodebek

 Dua tahun beroperasi, LRT Jabodebek terus mencatatkan perkembangan positif, baik dari sisi jumlah penumpang maupun kinerja operasional. Sebagai salah satu proyek strategis nasional di bidang transportasi, layanan kereta tanpa masinis ini menjadi tonggak modernisasi transportasi publik di Indonesia.

Setelah melewati berbagai tantangan sejak awal pembangunan pada 2004, hingga akhirnya diresmikan pada 2023, LRT Jabodebek kini memasuki fase pengembangan baru. 

Pihak pengelola berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan dengan menambah jumlah armada untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang semakin tinggi.

Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa peningkatan layanan ini merupakan bentuk konsistensi pihaknya dalam menghadirkan transportasi publik yang handal. 

“Dari mulai kita beroperasi dengan 16 trainset, kemudian 18, 20, 22, 24, dan saat ini sudah 24. Insyaallah bulan depan tambahan 2 trainset akan kita operasikan,” ujar Purnomosidi di Jakarta, Kamis 28 Agustus 2025.

Dengan penambahan armada tersebut, total trainset LRT Jabodebek akan menjadi 26 unit. Jumlah perjalanan pun diproyeksikan mencapai sekitar 400 perjalanan per hari. 

Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi

Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi

Hal ini diharapkan mampu memperpendek jarak antar kereta (headway) sehingga penumpang semakin nyaman dan waktu tunggu menjadi lebih singkat. “Sehingga jumlah perjalanan semakin banyak, sekitar 400-an perjalanan. Headway atau jarak antar kereta juga semakin rapat. Harapannya penumpang semakin nyaman dan banyak, sehingga program pemerintah untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum semakin berhasil,” jelas Purnomosidi.

Selain penambahan armada, LRT Jabodebek juga tengah menyiapkan berbagai inovasi. Salah satunya adalah mempercepat waktu tempuh dari beberapa rute utama. 

“Bulan depan kita akan menjalankan 26 trainset. Kemudian yang kedua, kita sedang berupaya melakukan perbaikan traveling time. Misalnya dari Harjamukti atau dari Jatimulya ke Dukuh Atas yang sekarang memakan waktu 45–47 menit, nanti bisa kita perbaiki menjadi sekitar 39–40 menit,” tambahnya.

Tak hanya itu, perusahaan juga menggandeng sejumlah bank untuk mempermudah metode pembayaran. Kerja sama dilakukan dengan Bank Mandiri dan BNI melalui penerapan QRIS, serta dengan Visa untuk penggunaan kartu kredit. 

Melalui sistem pembayaran yang lebih variatif, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses layanan LRT Jabodebek.

Meski tanpa masinis, Purnomosidi menegaskan bahwa faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pihaknya telah bekerja sama dengan lembaga sertifikasi internasional seperti TÜV Rheinland guna memastikan keamanan perjalanan. 

“Kami pastikan, meskipun driverless, tingkat keamanannya tetap terjaga. Kita bekerja sama dengan lembaga sertifikasi internasional untuk memastikan hal ini selalu terverifikasi dengan baik dan benar,” tegasnya.