LRT Jabodebek Segera Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap, Mulai Kapan?

Ilusrtasi Stasiun LRT Jabodebek
Ilusrtasi Stasiun LRT Jabodebek

 Aksesibilitas dan kemudahan menjadi kunci dalam mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Tidak hanya soal kecepatan dan kenyamanan perjalanan, sistem pembayaran yang praktis juga memegang peran penting.

Menyadari hal itu, LRT Jabodebek akan meluncurkan inovasi baru dalam metode pembayaran, yakni penerapan QRIS Tap dan kartu kredit Visa untuk pembelian tiket. Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa pihaknya sedang menggandeng sejumlah bank dan mitra internasional untuk mewujudkan langkah ini.

“Sekarang kita juga sedang bekerja sama dengan Bank Mandiri dan BI (Bank Indonesia) untuk penerapan QRIS Tap dalam pembayaran di LRT Jabodebek. Paralel dengan itu, kita juga sudah menjalin kerja sama dengan Visa untuk pembayaran menggunakan kartu kredit,” ujarnya dalam konferensi pers perayaan dua tahun beroperasinya LRT Jabodebek di Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025.

Lewat sistem baru ini, penumpang tidak lagi terbatas pada penggunaan kartu uang elektronik. Sebaliknya, mereka bisa langsung memanfaatkan aplikasi pembayaran berbasis QRIS maupun kartu kredit Visa.

Hal ini diharapkan mampu memperluas akses bagi pengguna dan menambah kenyamanan layanan. “Jadi nantinya tidak hanya menggunakan uang elektronik, tetapi juga bisa pakai kartu kredit,” kata Purnomosidi.

Selain itu, LRT Jabodebek tengah menyiapkan metode pembayaran menggunakan kartu kredit Visa dengan skema kerja sama yang lebih luas. Purnomosidi mengatakan, mereka telah meneken kesepakatan dengan Visa yang mencakup pembelian hak penamaan atau naming rights untuk Stasiun LRT Jabodebek Kuningan.

Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi

Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi

“Mereka sudah membuat agreement dengan kami bahwa Kuningan ini nanti akan diminta oleh teman-teman VISA,” ungkapnya.

LRT Jabodebek menargetkan realisasi kerja sama ini bisa diluncurkan dalam waktu dekat, sekitar Oktober atau November 2025. “Estimasi kami kalau menurut timeline yang kami susun bersama dengan mereka itu kira-kira di bulan Oktober atau November,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, nilai kontrak untuk kerja sama ini sekitar Rp7 miliar per tahun dengan masa kontrak berlaku tiga tahun. “Rp7 miliar itu berlaku untuk satu tahun, tapi kontraknya berlaku tiga tahun,” jelasnya.

LRT Jabodebek melihat langkah ini sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas layanan. “Harapan kami, tahun ini semua itu bisa terealisasi. Kesepakatan dengan berbagai pihak terus kita lakukan untuk mengembangkan sistem pembayaran,” tegasnya.

Namun, Purnomosidi menekankan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. “Tata kelola tetap kita jaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena ini terkait transaksi keuangan, baik menggunakan uang elektronik maupun Visa dengan kartu kredit. Kami juga bekerja sama dengan Bank Indonesia agar benar-benar aman, tidak ada fraud dan tetap sesuai aturan,” jelasnya.

Inovasi dalam sistem pembayaran ini melengkapi berbagai capaian LRT Jabodebek setelah dua tahun beroperasi. Sebelumnya, Purnomosidi menyebut ada peningkatan penumpang hingga 57% dan on-time performance yang hampir menyentuh 99,8%.