Bursa Asia-Pasifik Bergejolak saat Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

Ilustrasi investasi properti di Singapura
Ilustrasi investasi properti di Singapura

Indeks harga konsumen inti di Tokyo pada Agustus 2025 naik 2,5 persen secara year on year (yoy) sesuai dengan proyeksi ekonom. Meski tumbuh ositif, kenaikan sedikit menurun dari bulan sebelumnya sebesar 2,6 persen.

Namub, progres masih tetap di atas target Bank of Japan (BOJ) sebesar 2 persen. Tingkat pengangguran di Jepang turun dari 2,5 persen pada bulan Juni menjadi 2,3 persen pada bulan Juli. 

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 merosot 0,31 persen. Sementara itu, indeks Topix menyusut 0,39 persen.

Seorang pelaku pasar sedang memantau pergerakan IHSG.

Seorang pelaku pasar sedang memantau pergerakan IHSG.

Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,31 persen. Begitu juga, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil mencatat penguatan sebesar 0,76 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 berhasil naik tipis 0,11 persen. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terpantau berada di level 25.104 atau lebih tinggi dibanding penutupan di area 24.998,82.

Ketiga indeks utama Wall Street ditutup kinclong pada perdagangan semalam. Indeks S&P 500 melambung 0,32 persen ke level 6.501,86 setelah mencapai rekor tertinggi intraday baru di atas level 6.500.  

Nasdaq Composite melonjak 0,53 persen menjadi 21.705,16. Indeks Dow Jones Industrial Average melaju 71,67 poin atau 0,16 persen menenbus area 45.636,90 yang juga merupakan rekor tertinggi.