Dibuka Memerah, IHSG Dibayangi Pelemahan dan Variatifnya Bursa Asia-Pasifik

Ilustrasi papan IHSG.
Ilustrasi papan IHSG.

IHSG dibuka melemah 52 poin atau 0,66 persen di level 7.899 pada pembukaan perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG dibayangi pelemahan pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi bergerak melemah hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 29 Agustus 2025.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Bursa Asia-Pasifik beragam pada perdagangan hari Kamis kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,73 persen, dan Topix naik 0,65 persen. Sedangkan, Hang Seng melemah 0,81 persen dan indeks Taiex melemah 1,16 persen.

Sementara indeks Kospi Korea Selatan naik 0,29 persen, dan indeks ASX 200 Australia menguat 0,22 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,19 persen dan FTSE Malay KLCI turun 0,05 persen.

"Pergerakkan tersebut disebabkan karena investor menunggu keputusan kebijakan Bank of Korea," ujar Fanny.

Sementara itu dari pasar Australia, produsen tanah jarang Australia, Lynas Rare Earths, berencana untuk mengumpulkan sekitar AU$750 juta atau setara US$488 juta, melalui penjualan saham dengan harga diskon untuk meningkatkan aktivitas pemrosesan dan eksplorasinya.

Perusahaan tambang tersebut akan menerbitkan saham dengan harga AU$13,25 atau sekitar 10 persen lebih rendah dibandingkan harga penutupan terakhir. Perusahaan juga mengumumkan bahwa sahamnya telah dihentikan sementara (trading suspend).

Di sisi lain, tarif sekunder AS sebesar 25 persen untuk pengiriman dari India mulai berlaku pada hari Rabu pekan ini, dan mendorong total bea masuk atas ekspor negara tersebut menjadi 50 persen.

"Support IHSG berada di level 7.830-7.900 sementara resist IHSG di rentang 8.000-8.050," ujarnya.