Anindya Bakrie Targetkan Perdagangan RI-India Tembus US$50 Miliar

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menerima audiensi dengan Dubes India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, guna membahas perkembangan sejumlah working group yang telah disepakati kedua negara, dalam gelaran 'CEO Forum Indonesia-India' pada Januari 2025 lalu.
Sejumlah sektor yang menjadi fokus tindak lanjut RI-India misalnya seperti sektor manufaktur, kesehatan, teknologi, dan lain sebagainya
"Jadi di sini bersama Pak Dubes, kita lihat di mana progress-nya. Mana yang masih belum jalan, apa yang mesti dilakukan," kata Anin di The Convergence Indonesia Epicentrum, Jakarta Selatan, dikutip Jumat, 29 Agustus 2025.

Anindya Bakrie at MKI - RI-Peru
Selain itu, pertemuan ini juga sebagai langkah persiapan kemungkinan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Indonesia, yang direncanakan pada awal tahun depan.
"Jadi kita mesti siapin, karena perekonomian India dan Indonesia ini banyak kerja sama yang mesti dilakukan," ujar Anin.
Dia pun membeberkan besarnya potensi perdagangan RI-India, dengan total nilai perdagangan terkini kedua negara yang mencapai sekitar US$30 miliar. Dimana ekspor Indonesia ke India tercatat sebesar US$23 miliar, berbanding dengan impor dari India yang hanya sebesar US$7 miliar.
"Targetnya mendapatkan angka ke US$A50 miliar dalam waktu yang dekat," ujarnya.
Di sisi lain, Dubes India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menilai, tantangan utama hubungan kedua negara adalah menerjemahkan kedekatan diplomatik menjadi aktivitas ekonomi nyata.
"Kita adalah sahabat baik, tantangannya adalah bagaimana persahabatan itu diterjemahkan dalam kegiatan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja di Indonesia dan India, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Sandeep.
Dia menambahkan, dalam konteks geopolitik global yang penuh ketidakpastian, kerja sama Indonesia-India menjadi semakin relevan.
"India punya 1,4 miliar penduduk, Indonesia hampir 300 juta, dengan pendapatan yang terus meningkat. Pasar kita sendiri sangat besar. Jadi sebaiknya kita saling memanfaatkan pasar masing-masing, bukan hanya bergantung pada pasar tradisional," ujarnya.