Top 6+ Kebiasaan di Kasur yang Menyebabkan Tungau, Ini Cara Membersihkannya

Ilustrasi tungau, 1. Jarang Mengganti Seprai, 2. Tidak Menggunakan Pelindung Kasur, 3. Makan atau Minum di Atas Kasur, 4. Membiarkan Kasur Lembap, 5. Mengabaikan Pembersihan Rutin Kasur, 6. Membiarkan Hewan Peliharaan Tidur di Kasur
Ilustrasi tungau

Kasur adalah tempat beristirahat yang memberikan kenyamanan setelah hari yang panjang, tetapi tanpa perawatan yang tepat, kasur dapat menjadi sarang tungau debu. Tungau debu (Dermatophagoides spp.) adalah mikroorganisme kecil yang hidup dari serpihan kulit mati manusia dan hewan peliharaan. Meskipun tidak terlihat oleh mata telanjang, tungau dapat memicu alergi, asma, hingga masalah kulit seperti eksim. 

Penelitian dari American Academy of Allergy, Asthma & Immunology menunjukkan bahwa sekitar 20% individu dapat mengalami reaksi alergi akibat paparan tungau. Oleh karena itu, memahami kebiasaan yang memicu proliferasi tungau di kasur dan cara mengatasinya adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas tidur. 

Berikut adalah enam kebiasaan yang sering kali tidak disadari serta solusi praktis untuk membersihkan kasur dari tungau.

1. Jarang Mengganti Seprai

Seprai yang tidak diganti secara rutin menjadi tempat ideal bagi tungau untuk berkembang biak. Serpihan kulit mati, keringat, dan minyak tubuh yang menempel pada seprai menciptakan lingkungan lembap dan kaya nutrisi bagi tungau. 

Menurut National Sleep Foundation, seprai sebaiknya diganti setiap satu hingga dua minggu.

Cara Membersihkan: Cuci seprai, sarung bantal, dan selimut dengan air panas (setidaknya 60°C) untuk membunuh tungau dan telurnya. Gunakan deterjen hypoallergenic dan pastikan semua linen kering sepenuhnya sebelum digunakan kembali.

2. Tidak Menggunakan Pelindung Kasur

Kasur tanpa pelindung (mattress protector) lebih rentan terhadap penumpukan debu, keringat, dan serpihan kulit. Pelindung kasur berbahan anti-tungau dapat menghalangi masuknya alergen ke dalam kasur.

Cara Membersihkan: Investasikan pelindung kasur berbahan mikro-pori yang tahan air namun tetap bernapas. Cuci pelindung ini setiap bulan dengan air panas. Vakum kasur secara rutin menggunakan penyedot debu dengan filter HEPA untuk menghilangkan debu dan alergen.

3. Makan atau Minum di Atas Kasur

Kebiasaan makan atau minum di kasur meninggalkan remah-remah makanan atau tumpahan cairan yang menarik tungau dan hama lainnya. Kelembapan dari tumpahan juga menciptakan kondisi ideal bagi tungau.

Cara Membersihkan: Hindari makan di kasur. Jika terjadi tumpahan, segera bersihkan dengan kain lembap dan keringkan area tersebut dengan pengering rambut atau kipas angin. Taburkan baking soda di area yang lembap, diamkan selama beberapa jam, lalu vakum untuk menghilangkan kelembapan dan bau.

4. Membiarkan Kasur Lembap

Kelembapan adalah faktor utama yang mendukung pertumbuhan tungau. Tidur dengan rambut basah, keringat berlebih, atau kurangnya ventilasi di kamar tidur dapat meningkatkan kelembapan kasur. 

Penelitian dari Journal of Allergy and Clinical Immunology menyebutkan bahwa tingkat kelembapan di atas 50% sangat mendukung proliferasi tungau.

Cara Membersihkan: Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang baik dengan membuka jendela setiap hari. Gunakan dehumidifier jika tingkat kelembapan tinggi. Balik kasur secara berkala dan jemur di bawah sinar matahari langsung selama beberapa jam untuk mengurangi kelembapan.

5. Mengabaikan Pembersihan Rutin Kasur

Banyak orang lupa membersihkan kasur secara berkala, padahal debu dan serpihan kulit terus menumpuk di dalamnya. Kasur yang tidak dibersihkan dapat menyimpan jutaan tungau dalam beberapa tahun.

Cara Membersihkan: Vakum kasur setiap dua minggu menggunakan penyedot debu dengan filter HEPA. Taburkan baking soda di permukaan kasur, diamkan selama 4-6 jam, lalu vakum kembali untuk menghilangkan bau dan menyerap kelembapan. Untuk noda membandel, gunakan larutan air dan cuka putih (1:1) dengan kain bersih, lalu keringkan sepenuhnya.

6. Membiarkan Hewan Peliharaan Tidur di Kasur

Bulu hewan peliharaan dan serpihan kulit mereka adalah sumber makanan utama tungau. Selain itu, hewan peliharaan dapat membawa alergen lain ke kasur, seperti serbuk sari atau debu dari luar.

Cara Membersihkan: Batasi akses hewan peliharaan ke kasur atau sediakan tempat tidur khusus untuk mereka. Jika hewan peliharaan tetap tidur di kasur, gunakan pelindung kasur anti-alergen dan cuci linen lebih sering. Sikat bulu hewan secara rutin untuk mengurangi penyebaran bulu dan serpihan kulit.

Tips Tambahan untuk Lingkungan Bebas Tungau

Selain mengatasi kebiasaan di atas, pertimbangkan untuk menggunakan bantal dan kasur berbahan hypoallergenic, seperti lateks alami atau busa memori, yang kurang ramah bagi tungau. 

Jaga suhu kamar tidur di bawah 24°C, karena tungau sulit bertahan pada suhu rendah. Gunakan pembersih udara dengan filter HEPA untuk mengurangi alergen di udara. 

Terakhir, hindari penggunaan karpet tebal di kamar tidur, karena karpet dapat menjadi tempat berkumpulnya debu dan tungau.