Marc Marquez Yakin Bagnaia Akan Makin Kompetitif setelah Hungaria
Meskipun belum mencapai hasil maksimal, Francesco Bagnaia disebut bakal semakin kompetitif terkhusus setelah MotoGP Hungaria 2025.
Ducati diketahui melakukan penyesuaian pada motor balap Pecco sebelum MotoGP Hungaria 2025.
Bagnaia juga diklaim mulai merasakan perubahannya dan terus beradaptasi dengan Desmosedici GP25 miliknya.
Rekan segarasi Marc Marquez itu berhasil menyelesaikan balapan di urutan kesembilan, mendulang poin setelah gagal di Sprint Race.

Di papan klasemen sementara, Bagnaia masih bertahan di peringkat ketiga dengan 228 poin. Marc Marquez memimpin di puncak sebanyak 455 poin.
“Langkah selanjutnya adalah mengkonfirmasi bahwa kami tak sabar ini (kemenangan Bagnaia) terjadi. Kami percaya pada Pecco dan dia tahu itu,” kata Gigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse dikutip dari Crash, Jumat (29/08).
Sedangkan Marc Marquez yang tengah menuai capaian positif sepanjang MotoGP 2025 mengatakan hanya masalah waktu sebelum Francesco Bagnaia mengejar posisinya sekarang.
Dia meyakini Bagnaia bakal segera menyusul. Mengingat mereka menggunakan motor balap dengan spesifikasi tidak jauh berbeda.
“Dia (Bagnaia) sudah dua kali memegang gelar juara dunia (MotoGP). Jadi saya pikir ini bukan masalah utama buat dia,” kata Marc Marquez dalam kesempatan terpisah.
Menanggapi performa Pecco di sirkuit, Marquez menegaskan saat mengendarai motor dengan spesifikasi khusus MotoGP, pembalap butuh rasa percaya diri yang tinggi.
Sedikit saja keraguan, menurutnya dapat membuat pembalap sudah kehilangan sekitar 0,030 detik di titik pengereman alias braking point di tikungan.
Hal tersebut mempengaruhi banyak hal termasuk lap time sampai posisi pembalap di trek.
“Saat ini dia hanya perlu mencari lagi kepercayaan dirinya, tetapi di Austria kita lihat dia jadi yang tercepat. Pecco adalah Pecco, dia akan datang cepat atau lambat,” kata Marquez.

Perlu diketahui dalam beberapa kesempatan, Bagnaia mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap GP25.
Menurut Pecco, secara keseluruhan Desmosedici GP25 sulit dikendalikan. Ia kesulitan menemukan sensasi berkendara seperti dirasakannya di GP24.
“Saya selalu mencoba beradaptasi dari semua motor saya menemukan gaya berkendara yang tepat. Tetapi tahun ini kasusnya beda dan kami sedang berusaha mencari tahu kenapa,” kata Pecco beberapa waktu lalu.