Pengakuan Mengejutkan Marc Marquez Soal Pesaingan di MotoGP

Pembalap Ducati, Marc Marquez
Pembalap Ducati, Marc Marquez

 Marc Marquez, pebalap andalan Ducati Lenovo Team, mengakui bahwa meskipun kariernya kian gemilang musim ini, suatu saat ia akan dikalahkan oleh rekan setimnya yang menggunakan motor identik. Ini adalah pertama kalinya dalam kariernya ia merasakan pertanyaan tersebut serius, terutama dengan hadirnya team-mate sehebat Francesco “Pecco” Bagnaia, meski sejauh ini masih jauh tertinggal.

Sejak debutnya di kelas premier pada 2013, Marquez konsisten mengungguli berbagai rekan setimnya mulai dari Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Pol Espargaró, hingga Joan Mir ketika masih di Honda. Ketika berduet dengan adiknya, Alex, di Gresini Ducati tahun lalu, hasilnya juga cenderung sepihak.Namun tahun ini, keberadaannya bersama multiple champion seperti Bagnaia memberi dimensi baru dalam persaingan internal.

Marc Marquez prediksi PSG vs Inter di Final Liga Champions

Marc Marquez prediksi PSG vs Inter di Final Liga Champions

Musim 2025 benar-benar milik Marquez. Ia telah meraih kemenangan di 14 balapan berturut-turut, membangun keunggulan besar: 175 poin di puncak klasemen. Pecco baru sekali menang musim ini itu pun setelah Marc mengalami crash saat memimpin di COTA.

Sementara itu, satu-satunya kali Bagnaia berhasil mengungguli Marc dalam balapan yang sama keduanya finis adalah di Jerez, usai Marc jatuh dan bisa bangkit kembali.

Ketika ditanya tentang persaingan rekan setim yang berat sebelah selama akhir pekan di Balaton Park, Marquez mengakui akan ada yang mengalahkan dirinya.

"Seseorang akan mengalahkanku dengan sepeda yang sama," kata Marc Marquez, dikutip VIVA dari Crash Jum'at, 29 Agustus 2025.

Menurut Marquez, memiliki rekan setim kuat seperti Bagnaia menjadi tantangan sekaligus motivasi tersendiri.

Ia menekankan bahwa Bagnaia bukan tandingan sembarangan: sebagai dua kali juara dunia, Pecco memiliki pengalaman dan kecerdasan yang penting untuk kembali bangkit. 

Marquez juga menjelaskan bahwa tiap detik di MotoGP sering ditentukan oleh detail kecil: cukup kehilangan 0,030–0,040 detik pada titik pengereman bisa merugikan dua persepuluh detik per lap.

Bagnaia, yang masih berusaha menemukan ritme dengan GP25, motor baru Ducati yang disebut GP24.9, sebenarnya sedang berusaha membangun kembali rasa percaya diri yang sempat hilang.

Lebih lanjut, Marquez mengatakan bahwa bila kedua pebalap menginginkan, Ducati bisa saja membawa kembali mesin GP24 yang lebih dikenal bagi Bagnaia.

Kemenangan-kemenangan Márquez bukan tanpa konteks. Ia melakukan comeback spektakuler setelah musim-muskian cedera selama 2020–2023. Kepindahannya ke Ducati, terlebih ke tim pabrikan setelah periode satelit, memperkuat performanya hingga kini. Di GP Austria, ia kembali membuktikan dominasinya dan membayang-bayangi kans merebut gelar dunia ketujuh. 

Namun, tidak semua cerah. Di GP Italia tahun ini, publik Mugello justru mencemoohnya akibat kontroversi masa lalu bersama Valentino Rossi isu yang masih membekas di benak fans setempat.

Secara keseluruhan, dominasi Marquez tetap teguh di musim ini; dukungan teknologi Ducati, mental tajam, dan pengalaman panjang membuatnya tetap berada di puncak, sementara tantangan dari rekan setim maupun rival terus mengintai. 

Marc Marquez vs Fabio Quartararo di MotoGP Spanyol 2025

Marc Marquez vs Fabio Quartararo di MotoGP Spanyol 2025

Marc Márquez benar-benar menghadirkan performa luar biasa di 2025. Namun, ia sadar bahwa dominasi itu tidak akan berlangsung selamanya, terlebih saat berhadapan dengan pebalap sekompeten Francesco Bagnaia dengan peralatan yang sama.

Dinamika persaingan internal ini justru menjadi elemen paling menarik di musim ini. Semua mata kini tertuju pada, apakah satu hari nanti Bagnaia atau pebalap lain akan menciptakan momen kunci untuk mengalahkan Márquez.

Halaman Selanjutnya
Menurut Marquez, memiliki rekan setim kuat seperti Bagnaia menjadi tantangan sekaligus motivasi tersendiri.
Halaman Selanjutnya