Mau Pinjam Online Lebih Mudah? Skor Kredit Kini Bisa Dicek Sendiri

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi kredit Buy Now Pay Later di sektor perbankan baru mencapai 0,29% dari total kredit. Meski kecil, tren pertumbuhannya konsisten meningkat dari tahun ke tahun.
Hingga Juni 2025, nilai outstanding kredit BNPL yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tumbuh 29,75% secara tahunan. Angka ini naik dibanding Mei 2025 yang berada di level 25,41% year on year (yoy).
Total nilai kredit BNPL tercatat mencapai Rp22,99 triliun dengan jumlah akun sebanyak 26,96 juta. Angka ini juga meningkat dibanding April 2025 yang mencatat 24,79 juta akun.
Di sisi lain, literasi kredit masyarakat masih relatif rendah. Padahal rekam jejak keuangan yang baik menjadi penentu penting dalam mengelola keuangan pribadi maupun keluarga.
Skor kredit berperan sebagai pintu menuju peluang baru, mulai dari akses pinjaman dengan bunga rendah, kemudahan memperoleh pekerjaan, hingga membuka usaha. Pemahaman atas aspek ini dinilai masih terbatas di kalangan masyarakat luas.
“Banyak masyarakat Indonesia yang sudah mengenal risiko kredit, namun belum memahami sepenuhnya mengapa skor kredit penting dan bagaimana cara meningkatkannya untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik, misalnya membangun rumah tangga, atau membuka usaha kecil,” ujar Presiden Direktur CBI, Anton Adiwibowo, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu 30 Agustus 2025.
Untuk membantu mengatasi hal itu, CBI meluncurkan SkorKu, aplikasi seluler yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami, memantau, dan meningkatkan skor kredit pribadi. Kehadiran aplikasi ini dinilai relevan dengan tren pertumbuhan layanan BNPL, e-commerce, serta pinjaman online.
“Dengan SkorKu, kami harap masyarakat Indonesia dapat lebih memahami pentingnya skor kredit dan riwayat kredit mereka, serta meningkatkan literasi keuangan mereka,” tuturnya.
SkorKu membawa beberapa fitur utama, antara lain laporan kredit lengkap beserta skor kredit dan riwayat pembayaran 24 bulan terakhir melalui layanan SkorKu Pro. Selain itu, tersedia pula konten edukasi untuk meningkatkan skor kredit serta mekanisme pengaduan data bagi pengguna yang menemukan ketidakakuratan informasi.
“SkorKu bukanlah sekadar aplikasi seluler, melainkan instrumen untuk memperkuat ekosistem keuangan Indonesia,” jelasnya. Menurutnya, literasi keuangan menjadi kunci untuk meningkatkan inklusi dan mendukung visi OJK.