Thom Haye Ikuti Jejak Jordi Amat dan Rafael Struick, Ketum PSSI Beri Apresiasi

Thom Haye resmi mengikuti jejak Jordi Amat dan Rafael Struick dengan memilih berkarier di kompetisi Indonesia, Super League, usai dinaturalisasi oleh PSSI.
Kepindahan Thom Haye ke Persib Bandung menambah daftar pemain naturalisasi yang memutuskan meninggalkan Eropa untuk bermain di tanah air.
PSSI sebelumnya sempat menggaungkan istilah pemain naturalisasi “grade A”, yakni mereka yang berkarier di liga elite Eropa dan berada di usia emas untuk mendongkrak kekuatan Timnas Indonesia.
Namun, memasuki musim 2025-2026, label tersebut tampaknya perlu dievaluasi karena sejumlah pemain memilih hijrah ke klub lokal.
Saat ini ada tiga pemain yang telah mengambil langkah tersebut, yaitu Jordi Amat yang kini memperkuat Persija Jakarta, Rafael Struick di Dewa United, dan Thom Haye yang baru saja bergabung dengan Persib Bandung.
Jordi Amat dan Struick Sudah Lebih Dulu Hijrah
Langkah yang diambil Thom Haye bukanlah hal baru. Sebelumnya, Jordi Amat sempat menuai kritik warganet ketika meninggalkan Eropa untuk bergabung dengan Johor Darul Ta’zim pada 2022.
Kini di usia 33 tahun, Jordi memilih pulang ke Indonesia karena performanya mulai menurun.
Berbeda dengan Jordi, Rafael Struick masih berusia 22 tahun dan belum memasuki masa emas kariernya.
Ia sempat mencoba peruntungan di Liga Australia bersama Brisbane Roar, tetapi tidak banyak mendapatkan menit bermain.
Struick pun akhirnya memutuskan ke Indonesia Super League untuk mengembalikan performanya.
Kans debut Thom Haye bersama Persib Bandung usai menuntaskan perekrutan 27 Agustus 2025.
Thom Haye Siap Berjuang untuk Persib Bandung
Pemain yang dijuluki “The Professor” ini sebenarnya masih sangat layak bermain di level tertinggi.
Buktinya, ia tampil reguler bersama Almere City di Eredivisie musim lalu. Namun, pada usia 30 tahun, Thom Haye menerima tawaran dari Persib Bandung.
“Halo Bobotoh, saya Thom Haye. Saya sangat antusias bergabung menjadi bagian dari keluarga Persib Bandung,” ujar Thom Haye dalam siaran langsung TVRI Jawa Barat.
“Saya sudah tidak sabar tampil di depan kalian dan merasakan atmosfer Kota Bandung. Mari bertarung untuk meraih lebih banyak kemenangan. Ayo Persib, Maung Bandung,” tambahnya.
Thom Haye dikontrak selama dua tahun oleh Persib setelah statusnya bebas transfer usai kontraknya bersama Almere City habis.
Pemain diaspora ini akan mengenakan nomor punggung 33 bersama Maung Bandung.
Erick Thohir Beri Apresiasi untuk Thom Haye
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi keputusan Thom Haye yang memilih hijrah ke Persib Bandung.
Menurutnya, setiap pemain profesional memiliki hak untuk menentukan kariernya, termasuk jika mereka ingin kembali ke Indonesia.
“Ya kalau saya melihat para pemain diaspora kita yang ingin membantu liga kita, ya kita harus apresiasi,” kata Erick Thohir kepada wartawan di sela-sela acara Photo Exhibition bertajuk 90 & BEYOND di Sarinah, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
“Karena kan pilihan masing-masing individu sebagai pemain profesional, ya mereka dapat kesempatan main di mana pun. Termasuk pemain-pemain yang dari negara lain yang ingin bermain di Indonesia,” tambahnya.
Erick Thohir Soroti Standar Agen dan Pemain Asing
Meski mengapresiasi kedatangan pemain diaspora, Erick juga menekankan perlunya perbaikan regulasi di liga.
Salah satu hal yang disorot adalah standarisasi agen pemain agar tidak ada praktik nakal di balik proses transfer.
“Yang terpenting yang saya bilang sama I.League, perbaikan sistem di liga mengenai standarisasi agen-agen pemain, ini harus segera diterapkan di tahun ini. Jangan sampai ada agen-agen nakal,” tegas Erick.
Selain itu, Erick juga menginginkan peningkatan standar pemain asing di liga mulai 2027, agar kualitas Indonesia Super League semakin kompetitif.
“Yang kedua, saya juga minta standarisasi pemain asing yang main di liga di tahun depan, tahun 2027, ditingkatkan. Seperti ada aturan di beberapa negara lain,” ujarnya.
“Jadi, supaya pemain asing yang bermain di liga ini memang kualitasnya bagus. Ini yang saya sudah kirim surat kepada I.League, dan mereka punya komitmen itu,” jelas Erick.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!