Ratusan Siswa Sragen Keracunan MBG, Hasil Lab Temukan Ada Masalah Sanitasi

Pemkab Sragen telah menerima hasil lab uji makanan yang menyebab ratusan siswa di Kecamatan Gemolong Sragen keracunan massal. Hasil uji menyebut keracunan disebabkan karena masalah sanitasi dan higienis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Hargiyanto mengatakan dari hasil lab ditemukan permasalahan pada sanitasi dari dapur MBG.
"Hasil lab sudah dilaporkan, dan temuan masalahnya adalah pada sanitasi dan hygiene," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Hargiyanto, Jumat (29/8).
Pemkab meminta pengelola SPPG untuk memperbaiki sanitasi. Tak hanya itu, juga meminta SPPG Gemolong untuk merenovasi fasilitas.
"Karena itu kami akan melakukan renovasi total di lokasi SPPG Gemolong agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.
Menurut dia, proses renovasi akan diawasi oleh dinas terkait. Ia mengatakan, pengawasan itu bertujuan untuk memastikan standar sanitasi.
“Evaluasi SPPG dilakukan segera. Selama proses perbaikan, pembangunan akan diawasi secara ketat oleh dinas dan instansi terkait,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Sragen mencatat jumlah korban keracunan diduga makan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sragen mencapai 251 orang. Korban terdiri dari siswa, guru dan orang tua siswa yang ikut makan MBG. (Ismail/Jawa Tengah)