Top 5+ Wisata Dekat Stasiun Kereta Api, Makin Hemat Ongkos!

Libur panjang menjadi momen ideal untuk merencanakan perjalanan wisata yang hemat dan praktis. Salah satu cara terbaik untuk menikmati liburan adalah dengan memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi utama. Stasiun kereta api di Indonesia umumnya terletak di lokasi strategis, memberikan akses mudah menuju berbagai destinasi wisata menarik, mulai dari situs bersejarah, tempat ibadah megah, hingga keindahan budaya lokal.
Dengan perjalanan kereta yang nyaman dan terjangkau, Anda dapat menjelajahi pesona Indonesia tanpa perlu khawatir tentang biaya transportasi yang mahal.
Berikut adalah lima rekomendasi wisata dekat stasiun kereta api yang wajib Anda kunjungi untuk pengalaman liburan yang tak terlupakan.
1. Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung
Masjid Raya Al-Jabbar, yang sering disebut sebagai Masjid Terapung Gedebage, menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik perhatian di Bandung.
Diresmikan pada 2022, masjid ini dirancang oleh Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, dengan inspirasi arsitektur dari masjid-masjid di Turki dan Iran. Bangunan ini berdiri megah di atas danau retensi, yang berfungsi sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan Gedebage.
Ciri khas masjid ini adalah empat menara setinggi 99 meter, melambangkan Asmaul Husna, serta ornamen tusuk sate pada puncak atap yang mencerminkan identitas budaya Jawa Barat.
Untuk mencapai Masjid Raya Al-Jabbar, Anda dapat naik kereta api menuju Stasiun Bandung, kemudian melanjutkan perjalanan dengan Commuter Line Bandung Raya atau Garut dan turun di Stasiun Cimekar.
Dari stasiun ini, masjid hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki atau dapat dijangkau dengan ojek pangkalan. Keindahan arsitektur, suasana tenang, dan kemudahan akses menjadikan masjid ini destinasi wajib bagi wisatawan yang mencari pengalaman spiritual dan estetika.
2. Candi Prambanan, Yogyakarta
Candi Prambanan, situs warisan dunia UNESCO sejak 1991, adalah keajaiban arsitektur Hindu dari abad ke-9 yang dibangun oleh Dinasti Sanjaya. Dengan ketinggian 47 meter, candi ini terdiri dari tiga halaman dengan candi utama yang didedikasikan untuk Trimurti: Brahma (pencipta), Wisnu (pemelihara), dan Siwa (pemusnah).
Selain keindahan arsitekturnya, Prambanan juga menawarkan pengalaman budaya melalui pertunjukan Sendratari Ramayana yang digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, menghidupkan kisah epik Ramayana di bawah langit malam.
Akses menuju Candi Prambanan sangat mudah. Dari Stasiun Yogyakarta, Anda dapat naik Kereta Rel Listrik (KRL) dan turun di Stasiun Brambanan, yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari kompleks candi.
Perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek. Kombinasi nilai sejarah, keindahan arsitektur, dan kemudahan akses menjadikan Candi Prambanan destinasi ideal untuk liburan budaya.
3. Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Surakarta
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, yang dibuka untuk umum pada Maret 2023, menjadi magnet wisata religi di Surakarta. Masjid ini dirancang menyerupai Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, dengan empat menara, 82 kubah kecil, dan satu kubah utama bergaya Maroko.
Keunikan masjid ini terletak pada perpaduan arsitektur internasional dengan sentuhan lokal, seperti motif batik kawung, kembang, dan bokor kencono yang menghiasi elemen bangunan. Penggunaan marmer Italia pada lantai dan dinding menambah kesan kemewahan.
Lokasinya yang strategis, hanya beberapa menit dari Stasiun Solo Balapan, memudahkan wisatawan untuk mengunjungi masjid ini. Anda dapat menikmati keindahan arsitektur sambil merasakan suasana religius yang tenang. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata yang memperkaya pengalaman budaya di Kota Solo.
4. Gua Maria Lourdes Pohsarang, Kediri
Bagi umat Katolik, Gua Maria Lourdes Pohsarang di Kediri adalah destinasi ziarah yang menawarkan ketenangan spiritual. Terletak di lereng Gunung Wilis pada ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, gua ini menyerupai Sanctuary of Lourdes di Prancis.
Di dalam gua, terdapat replika patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus setinggi 1,75 meter, dengan tangan terbuka sebagai simbol penyambutan. Gerbang batu alam yang estetik dan Menara Santo Hendrikus dengan ornamen ayam sebagai penunjuk arah mata angin menambah daya tarik lokasi ini.
Gua Maria ini mudah dijangkau dari Stasiun Kediri dengan ojek online atau angkutan umum. Suasana sejuk dan pemandangan alam sekitar menjadikan tempat ini ideal untuk refleksi dan wisata religi yang damai.
5. Klenteng Eng An Kiong, Malang
Klenteng Eng An Kiong, yang berdiri sejak 1825, adalah situs bersejarah berusia 193 tahun di Malang. Klenteng ini merupakan tempat ibadah Tri Dharma (Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme) dengan arsitektur perpaduan gaya Eropa dan Tiongkok.
Didirikan oleh Liutenant Kwee Sam Hway, keturunan jenderal Dinasti Ming, klenteng ini menawarkan pesona sejarah dan budaya yang kental, menjadikannya destinasi wisata yang menarik di tengah Kota Malang.
Dari Stasiun Malang, klenteng ini dapat dijangkau dengan mudah, baik dengan berjalan kaki maupun transportasi lokal. Keunikan arsitektur dan nilai sejarahnya menjadikan Klenteng Eng An Kiong pilihan tepat untuk wisatawan yang ingin menjelajahi warisan budaya Malang.