Komentari soal Kematian Affan Kurniawan, Andovi da Lopez: Sangat Bisa Dihindari

Andovi da Lopez.
Andovi da Lopez.

 Kematian tragis seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang dilindas rantis Brimob, menyisakan duka mendalam dan memicu gelombang protes di kalangan masyarakat. Termasuk juga dengan konten kreator  Andovi da Lopez. 

Andovi, yang dikenal vokal menyuarakan isu-isu sosial, turut mendatangi makam Affan di Karet Bivak untuk berbela sungkawa dan menyampaikan rasa keprihatinnya terhadap apa yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Andovi da Lopez

Andovi da Lopez

“Ya sebenarnya gue di sini cuma mau ke makamnya, buat berdoa aja, dan turut berduka cita untuk keluarganya, untuk ojol, di sini gue cuma mau orang tuh sadar bahwa harusnya ini enggak terjadi, sangat bisa dihindari," ujarnya kepada awak media. 

Ia menekankan bahwa pemilihan diksi juga sangat penting. Andovi mengoreksi penggunaan kata "terlindas" yang ditulis media. Menurutnya yang tertulis harusnya adalah “dilindas”, karena menurutnya video kejadian itu sudah menunjukkan bahwa insiden tersebut dapat dicegah.

“Bahasa di media itu bukan ‘dilindas’ tapi (malah ditulis) ‘terlindas’. Diksinya harus benar,” ucap Andovi. 

Andovi juga menanggapi permohonan maaf dari pihak-pihak terkait, termasuk Kapolda dan Kapolri. Meskipun menghargai niat baik tersebut, ia merasa bahwa permintaan maaf saja tidak cukup. 

"Menurut gue ucapan minta maaf walaupun baik nnggak cukup, perlu ada sesuatu yang lebih," katanya. 

YouTuber, Andovi da Lopez

YouTuber, Andovi da Lopez

Ia percaya bahwa masyarakat Indonesia kini sudah semakin cerdas dan tidak akan puas hanya dengan permintaan maaf. Mereka membutuhkan tindakan nyata dan keadilan yang transparan.

Saat disinggung mengenai tujuh orang Brimob penumpang rantis yang telah ditangkap, Andovi mengungkapkan bahwa ia mendukung proses penegakan hukum, namun ia kecewa dengan penggunaan inisial. 

"Mungkin itu prosesnya tapi sayangnya masyarakat Indonesia nggak mau hanya inisial ya, mau lebih dari itu ya," tuturnya. 

Ia juga menegaskan bahwa tujuannya adalah kejelasan dan keadilan, bukan sekadar melihat wajah pelaku. 

"Gue pengen banget ada kejelasan dan keadilan, bukan cuma untuk Affan tapi semuanya, karena ini bukan kejadian pertama yang terjadi di Indonesia," ungkapnya.

Andovi merasa miris dengan kenyataan bahwa harus ada korban terlebih dahulu agar suatu isu mendapatkan perhatian serius. 

"Fakta bahwa butuh korban itu sangat sangat miris," katanya. 

Ia mengajak para figur publik dan kreator konten untuk tidak diam dan menggunakan platform mereka untuk bersuara. Menurutnya, berbicara tidak harus selalu turun ke jalan. 

"Tapi ya lo punya platform untuk digunakan, dan ya semoga ada perubahan yang baik buat Indonesia," harapnya.