Demo Ojol Affan Kurniawan, Mahasiswa di Pekanbaru Tolak Impunitas Aparat

Tragedi tewasnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) dalam aksi demonstrasi di Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) memicu gelombang protes di berbagai daerah, termasuk di Pekanbaru, Riau.
Ribuan pengemudi ojol bersama mahasiswa turun ke jalan, mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian.
Aksi ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Riau.
Ketua DPD GMNI Riau, Teguh Azmi, menyatakan peristiwa tersebut adalah bentuk nyata pengkhianatan aparat terhadap prinsip demokrasi.
“Kami mengutuk keras tindakan represif aparat hingga merenggut nyawa. Meninggalnya sahabat ojol ini adalah bukti bahwa kepolisian telah berkhianat pada prinsip demokrasi,” kata Teguh, dikutip dari Tribunpekanbaru, Jumat (29/8/2025).
GMNI Riau kecam brutalisme aparat
Menurut GMNI Riau, tindakan brutal aparat bertentangan dengan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, yang merupakan turunan dari Pasal 28E ayat (3) UUD 1945.
Teguh menegaskan bahwa dalam negara demokrasi, musuh rakyat bukan demonstran, melainkan sistem militerisme dan feodalisme yang menindas kebebasan sipil.
“Tragedi ini tidak bisa ditoleransi. Aparat seharusnya melindungi, bukan membunuh rakyat,” ujar dia.
Enam tuntutan GMNI Riau kepada presiden
Atas tragedi Affan, GMNI Riau menyampaikan enam tuntutan tegas:
- Mengusut dan memberikan hukuman berat terhadap anggota Polri yang menabrak Affan.
- Menolak segala bentuk impunitas aparat kepolisian.
- Mengecam tindakan represif dan brutal aparat di lapangan.
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Kapolri karena dianggap gagal mengendalikan situasi.
- Menjamin hak berekspresi, berpendapat, dan kebebasan berdemonstrasi rakyat.
- Melawan segala bentuk pembungkaman, intimidasi, dan kekerasan negara.
GMNI Riau juga menegaskan akan terus berada di garis depan bersama rakyat.
"Gugurnya kawan ojol adalah panggilan moral. Demokrasi harus dibela, dan GMNI Riau tidak akan mundur,” ujar Teguh.
Kronologi tragedi Affan Kurniawan
Puluhan pengemudi ojek online (ojol) dan ratusan mahasiswa serta masyarakat umum di Kota Malang, Jawa Timur secara spontan ikut aksi solidaritas di Alun-Alun Merdeka pada Jumat (29/8/2025).
Affan Kurniawan tewas saat terjadi bentrokan antara aparat dan massa aksi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.Saat itu, Affan sedang mengantar pesanan makanan ke Bendungan Hilir.
Dia terjebak kemacetan akibat massa aksi dan mencoba menyeberang jalan.
Naas, dia terpeleset tepat di jalur kendaraan taktis Brimob jenis Barracuda yang tengah melaju untuk membubarkan massa.
Affan terlindas dan mengalami luka parah.
Meski sempat dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), nyawanya tidak tertolong.
Jenazahnya dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) pagi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.
Dia memerintahkan Propam Polri serta Kompolnas mengusut tuntas kasus ini.
Gelombang demo di sejumlah kota
Selain di Jakarta, aksi protes juga berlangsung di berbagai daerah, termasuk Pekanbaru, Medan, Yogyakarta, dan Surabaya.
Massa terdiri dari mahasiswa, buruh, pelajar, hingga komunitas ojol.
Mereka menuntut keadilan atas kematian Affan, sekaligus menyuarakan berbagai isu rakyat seperti mahalnya biaya hidup, persoalan pendidikan, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat.
Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Demo Ribuan Ojol di Pekanbaru, GMNI Riau Desak Prabowo Copot Kapolri.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!