BYON Madness Tanpa Artis, Cellos Sebut ini Investasi Jangka Panjang

Tinju, kickboxing, boxing, Byon Combat, byon, BYON Madness Tanpa Artis, Cellos Sebut ini Investasi Jangka Panjang

CEO BYON Combat, Yoshua Marcellos atau Cellos, buka suara terkait format BYON Showcase yang sepenuhnya dimainkan oleh atlet tanpa kehadiran artis.

Menurutnya, langkah ini memang berisiko, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan liga BYON.

Hal tersebut ia jawab dengan tegas di sesi tanya jawab konferensi pers BYON Madness Vol 2 yang bergulir di SCTV Tower pada Jumat (29/8/2025).

BYON Madness akan menyajikan 13 pertandingan berkaliber tinggi, 8 partai Kickstriking dan 4 partai Pro Boxing pada 30 Agustus 2025 di Studio 6 Emtek City, Jakarta.

“Ada investasi aman tapi untung, dan ada investasi seperti ini. High risk high return, ini adalah investasi jangka panjang ini adalah tonggak untuk menghidupkan liganya (BYON)," ujar Cellos kepada media yang beruntung.

Risiko Besar untuk Masa Depan Liga

Cellos menyebut keputusan ini bisa menjadi fondasi bagi BYON untuk bertahan dalam jangka panjang.

“Ini adalah tonggak untuk kalian bisa menghidup dan bisa nonton sampai nonton BYON 9 Grand Prix dan muncul juara dunia antara dari Indonesia, Malaysia atau negara negara lain.”

Meski menyadari risiko yang ada, Cellos menegaskan keyakinannya terhadap visi besar BYON.

“Jadi buat saya, apakah resiko itu mungkin bisa diambil apa enggak? Ya mungkin bisa diambil dan mungkin enggak."

"Tapi saya dan tim yakin, dan saya yakin ke semua fighter yang sudah menyamakan value dengan Byon Combat yang ada di sini pasti semuanya akan deliver.”

Seruan Anti-Bajakan

Dalam kesempatan sama, Cellos juga menyerukan kepada penonton agar mendukung dengan cara membeli tayangan resmi, bukan bajakan.

“Sayacuma punya 1 permintaan, jangan nonton bajakan. Bujuk teman kalian untuk beli pay-per-view, kasih kesempatan buat semua fighter yang akan berdiri besok di ring sakral Byon Combat itu untuk bisa memberikan pengalaman baru buat kalian semua.”

Ia menambahkan apresiasi untuk para atlet yang siap berjuang habis-habisan di ring BYON.

“Gua cuma minta sekali lagi tepuk tangan buat semua atlet yang ada di sini, yang mau berdarah darah berusaha dan membagi badannya.”

Dua Syarat untuk Tampil di BYON Combat

Cellos juga mengungkapkan standar tinggi yang harus dipenuhi setiap petarung agar bisa tampil di ajang BYON:

“Syarat pertama adalah dia jago banget, atau syarat kedua adalah dia menjual,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh atlet yang turun di BYON Showcase minimal pernah meraih gelar juara nasional.

Dengan begitu, kualitas pertarungan sudah pasti terjaga, meski tanpa kehadiran artis.

"Kita dukung terus atlet-atlet bangsa, kita menyediakan 26 juara nasional yang ada di Indonesia. Jadi semuanya itu udah juara nasional, itu udah paling mentok," tuturnya lagi.

"Jadi kita akan lihat bagaimana mereka akan beraksi dan bagaimana mereka akan berjuang sekuat tenaga demi nama mereka sendiri, nama negara mereka dan nama keluarga, tim dan juga untuk menghibur kalian semua." tambah Cellos.

Format baru ini diyakini Cellos sebagai tonggak penting bagi keberlangsungan liga BYON ke depan.

Ia optimistis, meski penuh risiko, keputusan ini akan membuka jalan menuju pertumbuhan olahraga kombat di Indonesia dan Asia Tenggara.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!