Mahasiswa Diduga Dianiaya Polisi saat Demo di Medan, Terkapar Berdarah dan Kejang di Jalanan

Mahasiswa Diduga Dianiaya Polisi Saat Demo di Medan
Mahasiswa Diduga Dianiaya Polisi Saat Demo di Medan

  Cuplikan video menampilkan seorang pria terkapar di tengah jalan dengan kondisi kepala mengeluarkan darah dan tubuhnya mengalami kejang-kejang, viral di media sosial.

Video tersebut dibagikan langsung oleh mantan Wakapolri, Komjen Pol (Purn) Oegroseno, melalui akun Instagram pribadinya @oegroseno_official.

Menurut Oegroseno, pria dalam video itu merupakan seorang mahasiswa yang ikut serta dalam aksi demonstrasi di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Jumat, 29 Agustus 2025. 

Demonstrasi tersebut berlangsung ricuh setelah aparat keamanan dan massa aksi terlibat bentrokan di sekitar kantor DPRD Sumatera Utara. 

Dalam video yang dibagikan Oegroseno, suasana mencekam terlihat jelas. Beberapa polisi tampak mengamankan massa aksi, sementara di sisi lain seorang mahasiswa terbaring lemah di jalanan dengan kondisi mengenaskan. 

Kepala korban terlihat mengeluarkan darah, sementara tubuhnya bergetar akibat kejang-kejang. 

Melalui unggahannya, Oegroseno menegaskan rasa kecewanya atas kejadian ini. “Saya sangat menyayangkan hal ini harus terjadi lagi, dan saya berharap jangan ada lagi darah dan air mata dari para Ibu yang harus kehilangan anak-anak mereka dalam aksi unjuk rasa.” tulis Oegroseno.

Saat artikel ini dibuat, belum ada informasi resmi mengenai kondisi terakhir mahasiswa yang terekam kejang-kejang setelah diduga dianiaya aparat.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. “Jika yang melakukan (penganiayaan) anggota Polri akan kami tindak tegas,” ucapnya Jumat malam.

Kasus dugaan penganiayaan mahasiswa di Medan menambah daftar panjang kontroversi aparat kepolisian. Sebelumnya, publik tengah berduka atas insiden kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Metro Jaya yang melindas seorang ojek online (ojol) di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis malam 28 Agustus 2025.

Insiden itu terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam video, terlihat jelas rantis melaju kencang lalu menghantam pengendara ojol dan melindasnya.

Kedua peristiwa ini, meski berbeda lokasi, menimbulkan kesan serupa di mata publik: adanya potensi penyalahgunaan wewenang dan kurangnya perlindungan terhadap masyarakat sipil.

Ya Allah kenapa terjadi lagi segampang itu menghilangkan rakyat yg ingin menyuarakan ke adilan. sakit hati banget,” komentar salah seorang warganet.

“Ya pak, di medan para pedemo macem perang pak melawan aparat dengan senjata penuh membabi buta. Di medan gawat pak,” ucap warganet.

“Gak belajar dari yg sudah terjadi tadi malam ya, ampun kali memang,” tulis warganet.

Halaman Selanjutnya
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. “Jika yang melakukan (penganiayaan) anggota Polri akan kami tindak tegas,” ucapnya Jumat malam.
Halaman Selanjutnya