China Beralih dari Nvidia, Produsen Chip AI Lokal Raup Untung Besar

Pabrikan chip kecerdasan buatan (AI) asal China, Cambricon, mencatat keuntungan besar pada paruh pertama 2025. Dalam laporan terbaru, Cambricon membukukan laba bersih 1 miliar yuan (sekitar Rp 2,29 triliun).
Pendapatan perusahaan juga dilaporkan melonjak drastis. Cambricon berhasil mendapat pemasukan sebanyak 2,9 miliar yuan (sekitar Rp 6,63 triliun). Angka ini disebut naik 44 kali lipat dibanding pendapatan perusahaan di tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini turut mendobrak harga saham perusahaan. Dalam sebulan terakhir, harga saham Cambricon naik dua kali lipat hingga mampu mendorong kapitalisasi pasar menjadi 580 miliar yuan.
Pada perdagangan hari Rabu (27/8/2025), saham Cambricon dilaporkan kembali menguat dengan naik lima persen menjadi 1.391 yuan, dihimpun KompasTekno dari FinancialTimes, Jumat (29/8/2025).
Adapun keuntungan besar yang diraih Cambricon ini sangat berbanding terbalik apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2024. Saat itu, perusahaan justru melaporkan kerugian sebesar 533 juta yuan (sekitar Rp 1,22 triliun).
Upaya pemerintah dorong penggunaan chip lokal
Dengan diberlakukannya sanksi dagang, perusahaan-perusahaan teknologi AS dilarang berbisnis dengan perusahaan asal China, termasuk untuk pengiriman chip AI.
Keuntungan yang diraup Cambricon terjadi seiring dengan upaya pemerintah China yang meminta sejumlah perusahaan teknologi untuk beralih dari chip buatan Amerika Serikat (AS) seperti Nvidia, ke produk lokal.
Untuk diketahui, selama ini, sebagian besar perusahaan teknologi di China memang sangat mengandalkan chip dari Nvidia untuk melatih model bahasa besar (Large Language Model/LLM) mereka.
Namun, dengan adanya instruksi pemerintah tersebut, maka perusahaan-perusahaan besar, seperti ByteDance (induk TikTok) dan Tencent mulai beralih ke chip buatan lokal.
Selain itu, belakangan ini chip buatan perusahaan China juga dilaporkan mulai banyak dipakai perusahaan teknologi untuk inference (proses menjalankan model AI agar bisa memberi respons).
Cambricon sendiri memang bukan pemain terbesar di pasar China. Menurut analisis firma riset keuangan global, Bernstein, pangsa pasar mereka bahkan hanya di angka tiga persen. Angka ini sangat jauh di bawah perusahaan pesaingnya, Huawei.
Meski begitu, peluang Cambricon untuk menguasai pasar chip AI dinilai sangat besar. Seorang analis Bernstein, Lin Qingyuan bahkan menyebut perusahaan ini sebagai "alternatif terbaik selain Huawei".
"Kami terus melihat momentum komersial Cambricon meningkat secara signifikan, seiring dengan meningkatnya pangsa pasar untuk fabrikasi AI Tiongkok pasca-DeepSeek dan larangan chip Nvidia," kata Qinyuan dalam sebuah catatan kepada klien.
Rencana ekspansi
Seperti kata Qinyuan, popularitas Cambricon ikut terdorong setelah perusahaan AI DeepSeek merilis model AI terbaru yang berhasil dibangun dengan chip lokal.
Faktor inilah yang diyakini membuat para investor semakin optimistis terhadap prospek Cambricon di masa depan.
Dalam laporan keuangannya, Cambricon bahkan mengungkap bahwa mereka telah meningkatkan kinerja pada platform perangkat lunak inferensinya.
Peningkatan ini diklaim memungkinkan klien menjalankan model AI dengan lebih mudah di atas chip buatan mereka.
Selanjutnya, untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan, Cambricon berencana mengumpulkan dana sebesar 4 miliar yuan atau sekitar Rp 9,12 triliun.
Dana tersebut nantinya akan dialokasikan untuk melatih model LLM perusahaan, sekaligus mengembangkan chip AI dan perangkat lunak AI terbaru.
Penggalangan dana ini rencananya bakal dilakukan melalui skema penawaran saham, dari Cambricon kepada sejumlah investor.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!