Jangan Sembarangan! Ahli Safety Riding Sebut Lampu Tembak Bisa Bikin Celaka Pengguna Jalan

Jangan Sembarangan! Ahli Safety Riding Sebut Lampu Tembak Bisa Bikin Celaka Pengguna Jalan

Saat ini, masih banyak pengendara motor yang sering menyalakan lampu tembak di jalan.

Padahal, penggunaan lampu ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Alih-alih membantu, cahaya berlebih justru bisa membahayakan orang lain.

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani mengatakan, bahwa lampu tembak hanya boleh digunakan dalam kondisi tertentu.

Menurutnya, kebiasaan menyalakan lampu jauh tanpa alasan yang jelas bisa memicu kecelakaan di jalan.

“Penggunaan lampu jauh terus-menerus bisa merugikan pengendara lain,” jelas Agus saat menjadi narasumber di acara community meet #Cari_Aman Biar Kekinian bersama KabarOto dan Astra Honda Motor di The Cobbs Alam Sutera, Kamis (28/8).

Lampu Tembak Bisa Ganggu Pandangan Pengendara Lain

Lampu tembak bisa ganggu pandangan pengendara lain
Lampu tembak bisa ganggu pandangan pengendara lain. Foto: Unsplash/Ion Fet

Agus memberikan contoh sederhana. Jika seorang pengendara menyalakan lampu tembak dari belakang, maka cahaya akan memantul ke spion motor di depannya.

Akibatnya, pengendara di depan bisa merasa tidak nyaman hingga terganggu konsentrasinya. Hal yang sama juga berlaku saat berpapasan di jalur berlawanan.

Lampu tembak bisa menimbulkan silau mendadak, kemudian memicu gerakan refleks yang berbahaya.

“Kalau pengendara tidak bisa mengontrol refleksnya, maka risiko tabrakan frontal bisa terjadi,” kata Agus.

Perhatikan Etika Penggunaan Lampu Tembak di Jalan

Ada etika menggunakan lampu tembak di jalan
Ada etika menggunakan lampu tembak di jalan. Foto: Unsplash/Marc Najera

Menurut Agus, penggunaan lampu tembak juga harus memperhatikan etika di jalan. Jadi, tidak seharusnya lampu tembak dinyalakan di jalanan yang terang, ramai, atau memiliki penerangan cukup.

“Lampu jauh sebaiknya digunakan saat kondisi jalan benar-benar gelap, sepi, dan minim penerangan,” tegasnya.

Selain itu, lampu tembak bisa dipakai sebagai isyarat darurat. Misalnya, ketika ingin memperingatkan pengendara lain yang ingin menyeberang tiba-tiba.

Agus juga mengingatkan, keselamatan di jalan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga orang lain. Maka dari itu, setiap pengendara harus lebih bijak lagi saat menggunakan fitur lampu tembak.

“Kalau asal pakai, bukan hanya mengganggu tapi juga bisa mencelakakan orang lain,” tutupnya. (tka)