Jangan Remehkan Microsleep, Ancaman Nyata di Jalan Tol

Mengantuk sejenak ketika mengemudi di jalan tol bisa berakibat fatal. Kondisi yang dikenal dengan istilah microsleep ini sering terjadi tanpa disadari pengemudi, terutama saat perjalanan jauh atau ketika tubuh sudah kelelahan.
Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), microsleep menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang paling sering terjadi di jalan tol karena banyak pengemudi menyepelekan rasa kantuk.
“Microsleep sangat berbahaya karena pengemudi kehilangan kesadaran penuh walau hanya dalam hitungan detik. Di jalan tol yang kecepatannya tinggi, risiko kecelakaan bisa meningkat drastis,” kata Sony kepada Kompas.com, Sabtu (30/8/2025).
Sony menjelaskan, microsleep biasanya muncul ketika tubuh kurang istirahat atau dalam kondisi monoton, misalnya saat melaju di jalan tol lurus tanpa hambatan. Pada momen itu, otak secara otomatis menurunkan kewaspadaan hingga pengemudi bisa terlelap sekejap tanpa disadari.
Untuk mengantisipasi, ia menyarankan pengemudi memastikan kondisi tubuh fit sebelum melakukan perjalanan jauh, cukup tidur minimal enam jam, serta tidak memaksakan diri terus mengemudi ketika sudah mulai mengantuk.
Kendaraan angkutan barang di Rest Area Jalan Tol Jakarta - Cikampek, Senin (24/3/2025).
“Kalau sudah merasa lelah, sebaiknya menepi ke rest area untuk istirahat atau tidur singkat sekitar 15–20 menit. Jangan pernah memaksakan diri, karena dampaknya bisa sangat berbahaya bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga pengguna jalan lain,” jelasnya.
Selain itu, Sony menekankan pentingnya menjaga pola makan sebelum berkendara. Mengonsumsi makanan berat berlemak berlebihan bisa membuat tubuh lebih cepat mengantuk.
Sebaliknya, makanan ringan bernutrisi serta hidrasi yang cukup akan membantu menjaga konsentrasi di perjalanan.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!