Demonstrasi Pecah di Berbagai Daerah, Mendag Pastikan Pasokan Ritel hingga Pasar Aman

Aksi demonstrasi yang dilakukan warga masih terjadi hingga saat ini di berbagai daerah. Jika aksi tersebut terus berlanjut dapat berisiko mengganggu stabilitas pasokan barang pangan di pasar mupun ritel.
Merespons hal tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai asosiasi pengusaha ritel untuk menjaga keandalan pasokan ritel di daerah-daerah yang menggelar demonstrasi.
“Kami sudah koordinasi terus dengan asosiasi untuk tetap menjaga pasokan, termasuk juga yang di daerah-daerah,” ujar Budi Santoso dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso
Budi mengatakan bahwa dalam koordinasi yang dilakukan para pengusaha siap untuk mendistribusikan barang dan sejauh ini belum ada keluhan yang diterima. Masyarakat pun diimbau agar tidak panic buying atau memborong massal segala jenis produk dan kebutuhan akibat demonstrasi, sebab stok yang tersedia masih aman.
“Semua produk, semua kebutuhan, baik di ritel maupun di pasar rakyat itu aman semua, ya. Stok aman semua,” kata Budi.
Secara terpisah, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) mendukung upaya pemerintah dalam menjamin keamanan masyarakat di pusat perbelanjaan di tengah aksi unjuk rasa belakangan ini.
Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah di Jakarta, Sabtu, mengatakan mereka berharap semua pihak dapat menahan diri, mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban bersama.
HIPPINDO meminta pemerintah agar memberikan penjagaan di pusat aktivitas publik, serta mendengar suara rakyat melalui dialog yang konstruktif.

Ilustrasi ritel modern.
Untuk diketahui, aksi demonstrasi berlangsung sejak awal pekan keempat Agustus dengan beragam tuntutan, mulai dari aksi yang menuntut pembatalan kenaikan gaji dan tunjangan DPR pada Senin (25/8), kemudian tuntutan terkait hak-hak buruh dan penghapusan outsourcing oleh serikat pekerja pada Kamis (28/8).
Lebih lanjut, pada Jumat (29/8) hingga Sabtu, berlangsung aksi demonstrasi yang merupakan buntut dari tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan karena ditabrak kendaraan taktis (rantis) milik Brimob pada Kamis (28/8). (Ant)