Ultimatum Tim Cook soal Revolusi Teknologi yang Tak Boleh Dilewatkan Apple

CEO Apple Tim Cook mengirimkan pesan tegas kepada karyawannya agar segera mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) di seluruh lini pekerjaan dan produk perusahaan.
Dalam pertemuan internal yang digelar di auditorium markas Apple, Cupertino, Amerika Serikat, Cook menyebut AI sebagai revolusi besar yang tak boleh dilewatkan.
"Semua dari kita sudah menggunakan AI dalam skala signifikan, dan kita juga harus memakainya sebagai perusahaan. Jika tidak, kita akan tertinggal, dan kita tidak bisa membiarkan itu terjadi," kata Cook dalam pidatonya, seperti dikutip dari Bloomberg.
Cook bahkan menyebut era AI ini setara atau bahkan lebih besar dari momen penting lain dalam revolusi teknologi, seperti kehadiran internet, smartphone, hingga cloud computing.
"Apple harus melakukan ini, Apple akan melakukan ini. Inilah peluang kita untuk digenggam," kata Tim Cook melihat peluang AI saat ini.
Misi Apple di era AI
Ilustrasi Apple Intelligence pada perangkat iPhone.
Apple memang terbilang terlambat dalam meluncurkan produk AI generatif. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini baru memperkenalkan Apple Intelligence pada pertengahan 2024, jauh setelah OpenAI dengan ChatGPT dan Google dengan Gemini mendominasi pasar.Namun, Cook menegaskan Apple punya tradisi datang belakangan lalu mendefinisikan ulang sebuah kategori produk.
"Kita jarang menjadi yang pertama. Ada PC sebelum Mac, ada smartphone sebelum iPhone, ada banyak tablet sebelum iPad, ada pemutar musik sebelum iPod. Namun, Apple yang menciptakan versi modern dari kategori itu. Begitu juga yang saya rasakan soal AI," kata bos Apple sejak 2011 ini.
Cook mendorong seluruh divisi untuk mengintegrasikan AI lebih cepat, termasuk mendesak para manajer serta tim layanan dan dukungan untuk menggunakan teknologi ini dalam proses kerja.
Dalam pertemuan itu, Craig Federighi, Senior Vice President Software Engineering, juga mengumumkan rencana Apple membangun ulang Siri dengan teknologi model bahasa besar (LLM). Keputusan itu diambil setelah mereka menilai pendekatan lama tidak memenuhi standar kualitas Apple.
Saat ini, Apple sedang mengembangkan versi Siri yang beralih ke arsitektur yang sepenuhnya baru untuk semua kemampuannya dan dijadwalkan rilis tahun depan.
"Pekerjaan yang telah kami lakukan pada perombakan Siri secara menyeluruh ini telah memberikan hasil yang kami butuhkan," ujar Craig Federighi.
"Ini menempatkan kami pada posisi untuk tidak hanya memberikan apa yang kami umumkan, tetapi juga memberikan peningkatan yang jauh lebih besar dari yang kami bayangkan," lanjut dia.
Dorongan serius Apple terhadap AI terlihat dari jumlah perekrutan. Dalam setahun terakhir, perusahaan menambah 12.000 pekerja baru, dengan 40 persen di antaranya masuk ke tim riset dan pengembangan.
Apple juga dikabarkan sedang menyiapkan chip komputasi awan khusus bernama Baltra serta fasilitas server AI di Houston AS untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan.
Optimisme di tengah tantangan
Seri iPhone 16 turun harga pada Agustus 2025.
Ultimatum Cook datang di tengah kondisi Apple yang sedang menghadapi tantangan besar, mulai dari persaingan AI, regulasi ketat di berbagai negara, hingga dampak tarif perdagangan dari pemerintahan Donald Trump.Meski begitu, laporan keuangan terbaru menunjukkan penjualan Apple tumbuh hampir 10 persen pada kuartal Juni 2025, mengalahkan ekspektasi pasar.
"Kenyataannya, Big Tech berada di bawah banyak pengawasan di seluruh dunia. Kita harus terus mendorong regulasi yang menjaga pengalaman pengguna sekaligus melindungi privasi dan keamanan," kata pria kelahiran Alabama tahun 1960 itu.
Meski penuh tantangan, Cook menutup pidatonya dengan nada optimistis, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Bloomberg, Jumat (29/8/2025).
"Saya tidak pernah merasakan antusiasme sebesar ini sebelumnya. Lini produk kita, yang belum bisa saya ceritakan detailnya, luar biasa. Beberapa akan segera kalian lihat, sebagian lain akan hadir lebih lama. Tapi ada banyak hal yang akan datang," kata Tim Cook.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!