Top 15+ Istilah Penting dalam Negosiasi Gaji yang Wajib Diketahui Pekerja

Saat negosiasi gaji maupun saat melakukan wawancara kerja, HRD atau rektuter kerap menggunakan istilah-istilah finansial yang tidak banyak pekerja tahu. Alhasil, pekerja kaget karena gaji yang diterima tidak sesuai kontrak atau kesepakatan
Tidak sedikit yang akhirnya salah paham mengenai gaji pokok, take home pay, maupun tunjangan. Akibatnya, ekspektasi gaji bisa berbeda jauh dengan yang benar-benar diterima setiap bulan.
Negosiasi gaji bukan sekadar menanyakan nominal, tetapi juga soal struktur gaji, fasilitas, hingga peluang kenaikan di masa depan. Oleh karena itu, memahami istilah dalam negosiasi gaji sangat penting agar pekerja bisa memperjuangkan haknya sekaligus menilai penawaran perusahaan secara lebih objektif.
Berikut adalah istilah-istilah utama yang wajib dipahami sebelum Anda melakukan negosiasi.
1. Basic Salary
Gaji pokok adalah upah tetap yang diberikan perusahaan setiap bulan kepada karyawan. Nominal ini menjadi dasar perhitungan berbagai tunjangan, iuran BPJS, serta potongan pajak penghasilan. Saat negosiasi, penting menanyakan berapa gaji pokok karena ini akan memengaruhi banyak aspek lain.
2. Take Home Pay (THP)
Take Home Pay adalah jumlah gaji bersih yang benar-benar diterima karyawan setelah semua potongan dilakukan. Potongan ini meliputi pajak penghasilan (PPh 21), iuran BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan. THP sering kali menjadi angka yang paling relevan untuk pekerja karena menggambarkan nominal yang akan masuk rekening setiap bulan.
3. Gross Salary
Gross salary adalah total gaji sebelum dipotong pajak dan iuran. HRD sering menawarkan gaji dalam bentuk gross salary. Artinya, pekerja perlu menghitung sendiri berapa kira-kira gaji bersih yang akan diterima setelah potongan. Jangan sampai tertukar antara gross dan net salary saat negosiasi.
4. Net Salary
Net salary adalah gaji setelah dikurangi semua potongan wajib, sehingga sama artinya dengan Take Home Pay. Jika perusahaan menawarkan gaji net, berarti nominal yang disebutkan adalah yang benar-benar diterima pekerja tanpa ada potongan tambahan.
5. Allowance
Tunjangan adalah tambahan di luar gaji pokok, misalnya tunjangan makan, transportasi, komunikasi, atau tunjangan jabatan. Meskipun tidak semua tunjangan bersifat tetap, komponen ini bisa menambah nilai total kompensasi. Lokasi kerja juga memengaruhi, misalnya perusahaan di kota besar biasanya memberikan tunjangan transportasi lebih tinggi.
6. Bonus
Bonus merupakan tambahan gaji yang diberikan berdasarkan kinerja individu atau perusahaan. Ada bonus tahunan, bonus proyek, maupun insentif penjualan. Potensi keuntungan finansial dari bonus bisa sangat signifikan, terutama di perusahaan dengan target yang jelas dan realistis.
7. THR (Tunjangan Hari Raya)
THR adalah hak karyawan yang wajib diberikan perusahaan menjelang hari raya keagamaan. Besarnya minimal setara satu bulan gaji pokok bagi karyawan yang sudah bekerja selama 12 bulan atau lebih. Untuk lokasi kerja di Indonesia, THR menjadi salah satu faktor penting yang perlu ditanyakan dalam negosiasi.
8. UMR dan UMK
UMR atau upah minimum regional atau UMK (upah minimum kota) adalah standar upah minimum yang ditetapkan pemerintah daerah. Gaji pokok pekerja tidak boleh lebih rendah dari nilai ini. Lokasi kerja sangat menentukan, karena UMK Jakarta tentu berbeda dengan UMK di daerah lain.
9. Benefit Non-Finansial
Benefit non-finansial mencakup fasilitas yang diberikan perusahaan, seperti asuransi kesehatan tambahan, kendaraan dinas, program pensiun, atau pelatihan. Walaupun tidak berbentuk uang langsung, fasilitas ini mengurangi beban biaya pribadi sehingga layak diperhitungkan dalam negosiasi.
10. Equity Adjustment
Equity adjustment adalah kenaikan gaji untuk menyesuaikan agar karyawan mendapat kompensasi yang setara dengan rekan kerja di posisi yang sama atau sesuai standar industri. Ini biasanya diberikan oleh perusahaan besar yang ingin menjaga keadilan internal.
11. Probation Salary
Probation salary adalah gaji yang diterima selama masa percobaan kerja (biasanya 3–6 bulan). Beberapa perusahaan memberikan gaji lebih rendah di masa probation, namun ada juga yang sama dengan gaji penuh. Pastikan hal ini jelas dibicarakan sejak awal.
12. Salary Range
Salary range adalah rentang gaji yang ditetapkan perusahaan untuk posisi tertentu. Misalnya, staf administrasi memiliki rentang Rp5–7 juta tergantung pengalaman dan keahlian. Mengetahui salary range membantu pekerja memahami seberapa besar ruang negosiasi yang tersedia.
13. Performance-Based Salary
Performance-based salary adalah sistem penggajian yang sebagian ditentukan oleh kinerja. Jika target tercapai, gaji atau insentif bisa meningkat. Bagi pekerja yang ambisius dan kompetitif, model ini bisa memberikan potensi keuntungan lebih besar.
14. Annual Increment
Annual increment adalah kenaikan gaji tahunan yang diberikan perusahaan, biasanya sebagai penyesuaian inflasi atau penghargaan atas kinerja. Nilainya bervariasi, namun rata-rata sekitar 5–10% per tahun. Negosiasi terkait kebijakan kenaikan gaji ini juga penting.
15. Stock Option / ESOP
Employee Stock Ownership Plan (ESOP) adalah program kepemilikan saham perusahaan bagi karyawan. Biasanya diberikan di level manajerial atau startup. Potensi keuntungan dari ESOP cukup besar jika perusahaan berkembang pesat, namun risikonya juga lebih tinggi.
Memahami istilah-istilah dalam negosiasi gaji adalah kunci agar pekerja tidak salah persepsi dengan penawaran perusahaan. Gaji pokok, THP, gross, tunjangan, hingga benefit non-finansial harus dipertimbangkan secara menyeluruh.
Dengan wawasan yang tepat, pekerja dapat memperjuangkan haknya secara profesional sekaligus menilai apakah tawaran gaji sesuai dengan kebutuhan, lokasi kerja, dan potensi keuntungan di masa depan.