Tragedi Zeitoun: Israel Hancurkan 1.500 Rumah, Korban Kelaparan Capai Ratusan Jiwa!

Tragedi Zeitoun: Israel Hancurkan 1.500 Rumah, Korban Kelaparan Capai Ratusan Jiwa!, Metode Penghancuran Sistematis, Dampak pada Warga Gaza, Korban Akibat Kelaparan dan Malnutrisi, Pertanyaan tentang Kemanusiaan, Kesimpulan:
Tragedi Zeitoun: Israel Hancurkan 1.500 Rumah, Korban Kelaparan Capai Ratusan Jiwa!

Israel melanjutkan operasi militer dengan menghancurkan lebih dari 1.500 rumah di lingkungan Zeitoun, Jalur Gaza. Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Gaza, menunjukkan skala besar kerusakan yang dilakukan terhadap infrastruktur perumahan warga sipil. Juru bicara layanan penyelamatan, Mahmoud Basal, menyatakan bahwa tidak ada bangunan yang tersisa di wilayah selatan Zeitoun, mencerminkan tingkat destruksi yang luar biasa.

Metode Penghancuran Sistematis

Pasukan Israel menggunakan metode modern dan canggih untuk menghancurkan rumah-rumah di Zeitoun. Menurut Basal, pasukan Israel menerapkan kombinasi mesin konstruksi berat, robot bermuatan bom, serta drone quadcopter untuk menjatuhkan bahan peledak di atap-atap rumah. Proses ini dilakukan secara sistematis, dengan rata-rata 7 lokasi dihancurkan setiap hari, mempercepat pengosongan total wilayah tersebut.

Dampak pada Warga Gaza

Pengosongan wilayah Zeitoun secara sistematis telah memaksa sekitar 80% warga untuk meninggalkan rumah mereka. Mereka dipaksa bergerak menuju wilayah selatan atau utara Kota Gaza, mencari tempat aman di tengah serangan yang tak kunjung reda. Situasi ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza, di mana sumber daya dasar seperti makanan, air, dan obat-obatan semakin langka.

Selain itu, serangan Israel di seluruh Jalur Gaza masih terus berlangsung. Sejak malam kemarin, setidaknya 11 orang tewas, termasuk 5 orang yang sedang mencari bantuan. Angka ini menambah daftar panjang korban jiwa akibat konflik yang berkepanjangan.

Korban Akibat Kelaparan dan Malnutrisi

Kondisi krisis kemanusiaan di Gaza semakin memprihatinkan. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, setidaknya 4 orang tewas akibat kelaparan dan malnutrisi, dua di antaranya adalah anak-anak. Total korban jiwa akibat kelaparan di Gaza kini mencapai 317 orang, dengan 121 di antaranya adalah anak-anak. Angka ini mencerminkan dampak buruk dari blokade dan serangan yang terus-menerus terhadap wilayah tersebut.

Pertanyaan tentang Kemanusiaan

Tindakan Israel dalam menghancurkan ribuan rumah di Zeitoun menimbulkan pertanyaan serius tentang pelanggaran hak asasi manusia. Dunia internasional diminta untuk lebih responsif terhadap situasi darurat di Gaza, termasuk memberikan bantuan kemanusiaan dan tekanan politik agar konflik ini segera berakhir.

Kesimpulan:

Operasi militer Israel di wilayah Zeitoun, Jalur Gaza, telah merenggut ribuan rumah warga sipil dan memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berkepanjangan. Dengan korban kelaparan terus bertambah, dunia internasional diharapkan dapat mengambil tindakan konkret untuk membantu warga Gaza yang terjebak dalam situasi sulit ini. Apakah komunitas global akan tetap diam menghadapi tragedi yang semakin dalam?