Berapa Dana Pensiun yang Harus Disiapkan Gen Z? Simak Perhitungannya di Sini!

Ilustrasi Generasi Sandwitch Mengelola Keuangan
Ilustrasi Generasi Sandwitch Mengelola Keuangan

Masa pensiun mungkin terasa masih jauh bagi banyak generasi Z, namun kenyataannya semakin cepat Anda menyiapkan dana hari tua, semakin ringan pula beban finansial di masa depan. Dengan biaya hidup yang terus meningkat dan gaya hidup modern yang cenderung konsumtif, mempersiapkan dana pensiun menjadi hal penting agar tidak mengalami kesulitan keuangan di usia senja.

Sebagai generasi yang hidup di era digital, Gen Z memiliki keuntungan karena akses terhadap literasi finansial kini lebih mudah didapatkan. 

Namun, tantangan juga ada, seperti biaya hidup tinggi di perkotaan serta munculnya kebutuhan baru yang menguras pendapatan bulanan. Oleh karena itu, perencanaan dana pensiun harus dilakukan sejak dini dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari inflasi, gaya hidup, hingga usia produktif.

1. Hitung Kebutuhan Biaya Hidup Harian

Langkah pertama adalah menghitung berapa banyak dana yang dibutuhkan setiap bulan untuk mencukupi kebutuhan pokok di hari tua. Misalnya, jika saat ini Anda membutuhkan Rp7 juta per bulan untuk hidup, maka ketika pensiun nanti jumlahnya bisa meningkat akibat inflasi.

2. Perhitungkan Inflasi Tahunan

Inflasi adalah faktor penting yang sering diabaikan. Jika rata-rata inflasi di Indonesia sekitar 4-5% per tahun, maka biaya hidup Anda akan melonjak berkali lipat dalam 20 hingga 30 tahun ke depan. Artinya, kebutuhan Rp7 juta per bulan sekarang bisa setara dengan lebih dari Rp20 juta per bulan di masa pensiun.

3. Tentukan Usia Pensiun

Gen Z umumnya akan memasuki usia pensiun di kisaran 55–60 tahun. Jika saat ini Anda berusia 25 tahun, maka Anda memiliki waktu sekitar 30–35 tahun untuk mempersiapkan dana pensiun. Semakin panjang periode persiapan, semakin kecil beban tabungan yang harus disisihkan tiap bulan.

4. Gunakan Rumus 70-80% dari Penghasilan

Sebagai patokan sederhana, banyak pakar keuangan menyarankan untuk menyiapkan dana pensiun sebesar 70–80% dari penghasilan bulanan saat masih bekerja. Misalnya, jika penghasilan Anda saat ini Rp10 juta per bulan, maka dana pensiun yang perlu disiapkan adalah sekitar Rp7–8 juta per bulan untuk kebutuhan hidup.

5. Hitung Total Dana yang Dibutuhkan

Jika usia harapan hidup rata-rata di Indonesia adalah 75 tahun, dan Anda pensiun di usia 60 tahun, berarti Anda membutuhkan dana pensiun untuk 15 tahun. Dengan kebutuhan Rp20 juta per bulan di masa depan, maka total dana pensiun yang harus dipersiapkan mencapai Rp3,6 miliar. Angka ini bisa lebih besar jika inflasi dan biaya hidup meningkat lebih cepat.

6. Mulai Investasi Sejak Dini

Tabungan biasa tidak cukup untuk mengejar inflasi. Anda perlu mengalokasikan sebagian pendapatan ke instrumen investasi yang sesuai profil risiko, seperti reksa dana, saham, obligasi, hingga dana pensiun lembaga keuangan (DPLK). Dengan compound interest, uang yang diinvestasikan sejak dini akan tumbuh jauh lebih besar dibandingkan menunggu hingga usia 40 tahun ke atas.

7. Gunakan Simulasi Dana Pensiun

Kini sudah banyak aplikasi finansial yang menyediakan kalkulator pensiun. Anda bisa mensimulasikan pengeluaran di masa depan dengan variabel usia, inflasi, penghasilan, dan gaya hidup. Hal ini membantu Anda lebih realistis dalam menyiapkan strategi keuangan.

8. Sesuaikan dengan Gaya Hidup

Setiap orang memiliki gaya hidup berbeda. Ada yang ingin tetap aktif bepergian saat pensiun, ada pula yang lebih memilih hidup sederhana. Semakin besar gaya hidup yang ingin dijalani, semakin besar pula dana pensiun yang harus dikumpulkan.

9. Rutin Evaluasi dan Menambah Alokasi

Kebutuhan hidup dan penghasilan akan berubah seiring waktu. Oleh karena itu, evaluasi rencana pensiun setiap beberapa tahun sangat penting. Jika pendapatan meningkat, sebaiknya alokasi dana pensiun juga ikut ditingkatkan.

10. Siapkan Proteksi Asuransi

Selain investasi, asuransi juga berperan penting. Asuransi kesehatan dan jiwa akan membantu melindungi dana pensiun dari terkuras habis akibat biaya pengobatan yang tinggi di hari tua.

Menyiapkan dana pensiun untuk Gen Z bukan sekadar tabungan, tetapi juga strategi investasi jangka panjang. Perhitungan realistis, disiplin menabung, dan pemanfaatan instrumen investasi adalah kunci agar Anda bisa menikmati masa pensiun tanpa khawatir masalah finansial. 

Semakin cepat Anda memulainya, semakin ringan pula beban keuangan di masa depan.