Cara Produsen Motor Listrik Bertahan saat Insentif Masih Abu-abu

 Kepastian insentif motor listrik dari pemerintah belum menemui titik terang. Bahkan sampai hari ini, Jumat (29/08).

Kondisi ini tentunya membawa dampak buruk, terutama bagi para produsen kendaraan roda dua setrum di Tanah Air.

Banyak masyarakat yang menunggu bantuan tersebut dicairkan, demi mendapatkan motor listrik dengan harga terjangkau.

Otomatis banyak stok motor listrik milik para pabrikan yang tertahan di gudang. Membuat bisnis mereka cukup tersendat.

Motor listrik baru Honda

"Kita sudah merasakan dengan tidak adanya insentif memang penurunan penjualan terjadi,” buka Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.

Berangkat dari situasi tersebut, produsen kendaraan roda dua setrum menempuh beragam upaya.

Ambil contoh dengan memberikan insentif pembelian secara mandiri. Seperti dilakukan oleh Alva beberapa waktu lalu.

Mereka tetap memberikan potongan harga sebesar Rp 7 juta untuk pembelian Alva One sampai Cervo, kepada para konsumen.

Program Alva tersebut berlaku secara nasional dan sudah berakhir pada 3 Agustus 2025 kemarin.

Cara serupa turut diterapkan oleh Polytron, berlaku buat seluruh pembelian motor listrik mereka.

Terdapat subsidi sebesar Rp 7 juta yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika ingin memboyong motor listrik Polytron.

Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air. Terutama di saat-saat sulit seperti sekarang.

“Jadi kami memberikan subsidi sendiri sehingga harganya tetap kompetitif. Terlebih jadi tidak repot pakai skema satu KTP untuk satu kendaraan," ungkap Ilman Fachrian, Head of Product EV 2W Polytron Indonesi dalam kesempatan berbeda.

Sementara itu Astra Honda Motor (AHM) tidak mau ketinggalan dalam memanjakan konsumen di dalam negeri.

Jenama asal Jepang tersebut memberikan potongan harga lumayan besar, mencapai puluhan juta bagi pembeli Honda CUV e: maupun EM1 e:.

Aismoli Beri Apresiasi

Di sisi lain Aismoli mengapresiasi usaha pabrikan seperti Alva, Polytron maupun AHM dalam beberapa waktu belakangan.

Alva Cervo Punya Varian Baru, Usung Baterai LFP

"Saya kira dengan kondisi seperti sekarang ini kreatifitas dari masing-masing pabrikan itu banyak sekali (seperti insentif mandiri)," Budi mengungkapkan.

Budi menjelaskan bahwa langkah Honda sampai Alva bisa memanjakan para konsumen. Terkhusus jika ingin mengadopsi motor listrik.

Sehingga banyak opsi bisa dipilih oleh para konsumen di dalam negeri. Mampu menstimulus masyarakat memakai kendaraan roda dua ramah lingkungan.

"Artinya untuk membeli motor listrik (masyarakat) mendapat akses berbeda dari yang lain," Budi menegaskan.

Aismoli berharap cara serupa bisa dicontoh oleh manufaktur lain. Jadi dapat menjaga daya saing saat insentif dari pemerintah masih belum jelas.