MUI Ingatkan DPR dan Pejabat Jangan Bicara Yang Bisa Menyinggung Rakyat

Demonstrasi massa meluas di Indonesia imbas tuntutan raktyat atas kebijakan DPR RI dan pemerintah terus berlanjut hingga Jumat (29/8) malam.
Demo makin meluas setelah pemakaman seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang meninggal setelah dilindas mobil rantis Polri, sedangkan pengemudi lainnya, Moh Umar Amarudin dikabarkan masih dalam perawatan.
Demontrasi ini juga buntut dari pernyataan asal anggota DPR menghadapi kritik rakyat yang saat ini tengah di landa berbagai kesulitan terutama ekonomi.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada seluruh anggota DPR RI agar tak menyinggung masyarakat ketika berbicara atau menyampaikan pernyataan di depan publik.
"Kepada para anggota DPR, MUI mengharapkan agar jangan sampai menimbulkan atau mengucapkan sesuatu hal yang menyinggung masyarakat," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI Masduki Baidlowi di Jakarta, Jumat (29/8).
Ia menegaskan kondisi perekonomian masyarakat saat ini sedang sulit sehingga DPR RI selaku wakil rakyat semestinya bisa memahami dan melindungi seluruh warga negara Indonesia.
"Masyarakat saat ini sangat menderita di bawah, secara ekonomi pekerjaan susah, semuanya susah, oleh karena itu, wakil rakyat sebagai lembaga yang mewakili masyarakat semestinya sangat memahami apa yang menjadi derita mereka," ujar dia.
Masduki menekankan agar para anggota DPR RI tidak menyampaikan ucapan-ucapan atau tindakan yang bisa membuat masyarakat tersinggung.