Dengan Kawalan TNI, PPSU-Damkar Berjibaku Bersihkan Sampah dan Sisa Gas Air Mata di Sekitar Gedung DPR

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan personel kebersihan kompleks parlemen mulai membersihkan sampah dan mengangkat barikade batu setelah demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta.
Sekitar sembilan petugas PPSU Kelurahan Gelora terlihat membersihkan area gerbang utama Gedung DPR pada Sabtu pagi. Selain itu, satu unit forklift juga dikerahkan untuk memindahkan barikade batu.
Pada Kamis (28/8) malam, kericuhan terjadi di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, setelah demonstran di sekitar Gedung DPR dipukul mundur oleh polisi.
Insiden ini berujung pada tewasnya seorang pengemudi ojek daring berusia 21 tahun bernama Affan Kurniawan. Menurut laporan, ia meninggal akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polda Metro Jaya.
Peristiwa ini memicu unjuk rasa susulan oleh ratusan warga dan sesama pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob.
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol Abdul Karim mengungkapkan ada tujuh anggota Brimob di dalam rantis tersebut, dan mereka sedang dalam proses pemeriksaan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri juga merilis ketujuh nama anggota Brimob yang diduga berada di dalam kendaraan yang melindas Affan.
Selain pembersihan sampah, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air guna menghilangkan sisa gas air mata.
Pada Sabtu siang, sisa gas air mata masih terasa hingga membuat mata perih dan bersin-bersin di beberapa titik dekat gerbang utama Gedung DPR.