Terkena Gas Air Mata Saat Berkendara? Begini Cara Mengatasinya

Gas air mata, atau tear gas, biasanya digunakan aparat kepolisian sebagai alat pengendali massa untuk membubarkan kerumunan saat terjadi kericuhan.
Zat kimia ini dapat menimbulkan rasa perih pada mata, sehingga sangat berbahaya bagi para pengendara yang tidak sengaja melintasi lokasi tersebut.
Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara yang tepat menghadapi paparan gas air mata .
dr. Florence Meilani Manurung, Dokter Spesialis Mata yang praktik di Jakarta Eye Center (JEC) mengatakan, cara yang tepat setelah terkena gas air mata adalah langsung disiram air bersih.
“Tips jika terkena gas air mata maka langsung siram dengan air bersih mengalir. Jika tetap iritasi maka segera ke dokter terdekat,” ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/8/2025).

Ribuan pengunjuk rasa berlari dari tembakan gas air mata di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jumat (29/8/2025).
Ia juga mengatakan, menggunakan tetes mata air buatan juga boleh dilakukan, ini dapat membantu meredakan iritasi akibat paparan gas air mata.
"Selain itu, jangan gosok-gosok mata karena bisa menyebabkan luka," ucapnya.
Sementara, Dosen di Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas indonesia (FKUI) sekaligus dokter spesialis mata di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Faraby Martha mengatakan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah mencari udara segar.
"Cari udara segar, lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan jangan menggosok mata," ujar Faraby dikutip dari Kompas.com, Sabtu (30/8/2025).
"Cuci tangan terlebih dulu dengan sabun dan air sebelum menyentuh mata atau kelopak mata," lanjut dia.
Jika menggunakan lensa kontak, diharapkan untuk dilepas agar tidak terjadi iritasi.
Selanjutnya, Faraby menganjurkan untuk mengairi mata sebanyak-banyaknya dengan air mengalir atau larutan NaCl 0.9 persen selama 10 sampai 20 menit.
"Bisa juga dengan tetap mengairi mata sampai keluhan reda," kata Faraby.
"Usahakan untuk berkedip aktif saat dilakukan irigasi (pengairan)," kata dia.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!