Pertolongan Pertama Saat Terkena Gas Air Mata Menurut Dokter

Apa saja pertolongan pertama saat terkena gas air mata? Efek gas air mata biasanya bersifat sementara, tapi bisa sangat mengaganggu yaitu mata berair, penglihatan kabur, batuk, sesak, serta kulit terasa perih atau terbakar.
"Pertolongan pertama yang benar ketika terpapar gas air mata (adalah), segera menjauh dari sumber gas air mata," kata Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, dr. Santi kepada Kompas.com, Sabtu (30/8/2025).
Simak langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terkena gas air mata berikut ini.
Apa yang harus dilakukan jika terkena gas air mata?
Basuh mata dengan air bersih, satu-persatu
Pertolongan pertama saat terkena gas air mata ialah basuh dengan air bersih atau air saline.
Apakah air cukup sebagai pertolongan pertama jika terkena gas air mata? Menurut dr. Santi, air memang bisa membantu, tapi perhatikan cara melakukannya.
"Basuh mata dengan air saline (air infus) atau air bersih. Caranya, miringkan kepala agar air pembasuh tidak mengenai wajah dan mata sebelahnya," ucap dr. Santi.
"Basuh mata satu persatu, dengan arah air menjauh dari mata, air diberikan dari arah hidung ke arah telinga. Buka mata ketika dibasuh. Basuh mata satunya dengan cara yang sama," tambahnya.
Kulit yang terpapar juga perlu segera dibersihkan dengan sabun dan air mengalir. Jika tidak ada, gunakan air saline.
Arah aliran air harus dijaga agar tidak menyebarkan partikel ke bagian tubuh lain, tapi langsung terbuang.
Perhatikan juga arah angin jika memang ada. Jangan berada di mana angin bertiup karena tiupan angin akan membawa partikel gas air mata.
Selanjutnya adalah segera meminta pertolongan tenaga kesehatan.
Bagaimana cara melindungi diri dari gas air mata?
Pakai masker tiga lapis dan baju yang menutupi tubuh
Memakai masker respirator atau masker N95 menjadi cara untuk melindungi diri dari paparan gas air mata.
Selain air, ada beberapa cara lain untuk meminimalisasi risiko terkena gas air mata. Menutup mulut dan hidung dengan masker respirator atau masker N95 termasuk yang efektif.
"Jika tidak ada, sebagai pertolongan darurat, walaupun tidak seefektif pilihan di atas, gunakan masker kain tiga lapis (yaitu) bandana, syal, lap dapur, daster batik, atau kain yang rapat dan menyerap air," jelasnya.
Basahilah masker tersebut dengan air saline atau air bersih. Namun, harap diingat bahwa penggunaan masker ini hanya bersifat membantu.
"Kerugiannya adalah bisa membuat napas lebih berat. Kelembapan air bisa menimbulkan masalah di kulit jika terlalu lama atau air yang digunakan kotor," tambahnya.
Tidak hanya itu, pakailah kacamata yang rapat dengan kulit, misalnya kacamata renang atau kacamata pelindung, guna mencegah partikel masuk ke mata.
Saran dr. Santi, semprotkan sedikit air saline atau sabun cair di kacamata tersebut untuk menghindari embun.
Soal pakaian, dr. Santi menyebut sebaiknya yang menutup rapat tubuh dan kepala. Disarankan memakai baju berkancing depan agar lebih mudah dilepas tanpa melewati kepala sehingga partikel tidak mengenai wajah.
Jangan mengucek mata dan hindari pakai pasta gigi
Seorang pengunjuk rasa membasuh wajahnya usai terkena gas air mata di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). Unjuk rasa yang berakhir ricuh itu karena massa kecewa dan menilai tuntutan mereka agar Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya tidak segera dipenuhi. ANTARA FOTO/Aji Styawan/nym.
Banyak orang mencoba cara-cara yang justru tidak efektif. Misalnya, mengoleskan pasta gigi di bawah mata atau pipi.
Padahal, menurut dr. Santi, penggunaan pasta gigi, yang juga dikenal sebagai odol ini, tidak ada hubungannya dengan pertolongan pertama.
"Selain tidak efektif, penggunaan odol di kulit bisa memicu reaksi yang tidak diinginkan seperti iritasi kulit akibat bahan kimia dalam odol (mentol, fluorida, dan bahan abrasif lain)," jelasnya.
Kesalahan lain adalah mengucek mata. Rasa perih memang membuat reflek tangan ingin menggosok, tetapi hal ini justru berbahaya. Partikel gas yang menempel bisa melukai kornea dan memperburuk iritasi.
"Menggosok atau mengucek mata dapat membuat luka pada mata akibat gesekan dari tangan atau gesekan partikel gas air mata," tambahnya.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!