Hati-hati Saat Beli Motor Bekas Online, Banyak Modus Penipuan

Iklan sepeda motor bekas di media sosial atau lapak online menarik untuk disimak. Namun, karena keterbatasan, pembeli terkadang tak bisa memeriksa unit secara langsung.
Akhirnya, dengan modal percaya melakukan transaksi setelah mempertimbangkan dengan matang seperti melihat reputasi penjual berdasarkan ulasan atau informasi lainnya.
Namun, itu tidak menjamin calon pembeli terbebas dari modus penipuan. Lantas, apa saja modus penipuan yang harus diketahui saat membeli motor bekas secara online?
Dicky Dwi Putra, penyedia jasa inspeksi sepeda motor bekas Inspector Motor di Bogor mengatakan, ada beberapa jenis penipuan di dalam proses jual beli motor bekas secara online.
Modus penipuan segitiga
“Modus penipuan segitiga paling banyak, hampir sama dengan mobil, yakni dengan memanfaatkan pihak ketiga, korbannya umumnya dari pembeli,” ucap Dicky kepada Kompas.com, Kamis (28/8/2025).
Penipu berusaha agar korban segera mentransfer uang ke dirinya, setelah itu menghilang. Sementara penjual hanya dijadikan alat saja.
Ilustrasi jual beli motor bekas di marketplace facebook.
“Tapi ada juga penjual yang memang bekerja sama dengan penipu, maka dari itu segala jenis dialog atau diskusi antara penjual dan pembeli perlu direkam untuk dijadikan bukti,” ucap Dicky.
Dalam hal ini, pembeli harus teliti dan senantiasa memastikan kepala siapa bertransaksi, dan apakah benar dia pemilik motor bekas yang ditawarkan.
“Hal ini sulit dilakukan ketika calon pembeli berada di luar kota, maka dari itu kami menyediakan jasa inspeksi motor bekas, salah satunya mencegah modus penipuan segitiga,” ucap Dicky.
Ilustrasi jual beli motor bekas
Modus penipuan sulap
Selanjutnya, modus penipuan saat jual beli sepeda motor adalah sulap atau menutupi berbagai macam kerusakan, yang seharusnya diperbaiki dengan baik agar kembali normal.
“Namun penjual yang memiliki itikad buruk ini menutupi kerusakan ala kadarnya, sehingga kerusakan menjadi tak tampak, bila pembeli tidak jeli tak akan tahu,” ucap Dicky.
Modus penipuan memundurkan kilometer
Motor bekas umumnya sudah dipakai cukup lama, sehingga jarak tempuhnya cukup jauh. Ada penjual nakal yang dengan sengaja memanipulasi angka kilometer di odometer untuk mendongkrak harga jual.
“Bila kilometer motor bekas masih rendah, calon pembeli akan mengira unit memang masih baru atau jarang dipakai, sehingga akan semakin menguatkan pembeli bahwa unit yang dijual memang barang bagus,” ucap Dicky.
Memanipulasi nomor rangka dan mesin
Modus penipuan selanjutnya yakni memalsukan dokumen seperti STNK dan BPKB. Dalam hal ini ada dokumen asli dan unitnya, namun berbeda nomor rangka dan mesin.
“Penipu bakal melakukan modifikasi penulisan nomor rangka dan mesin, diketrik ulang, atau menyulamnya dengan plat baru, bila konsumen tidak teliti bisa kena tipu,” ucap Dicky.
Modus penipuan ekspedisi
Modus penipuan selanjutnya terjadi dalam transaksi jual beli online. Pembeli akan mendapatkan nomor resi, seolah-olah unit memang sudah dikirim, namun tak ada yang tahu unit benar-benar dikirim atau hanya fiktif.
“Bisa saja barang yang dikirim kardus kosong atau sejenisnya, namanya juga penipu, nah maka dari itu jasa inspeksi motor bekas hadir untuk memastikan semua transaksi aman, termasuk sampai pada proses pengiriman,” ucap Dicky.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!