Kenali Skema Penipuan Segitiga yang Merugikan Saat Beli Motor Bekas

Skema penipuan segitiga saat beli sepeda motor banyak terjadi. Modus ini melibatkan penjual asli yang memasang iklan di media sosial untuk menjual motornya.
Sementara pembeli merupakan calon korban, yang tertarik dengan harga murah dari iklan duplikat yang dibuat oleh penipu.
Penipu mengatur komunikasi dengan calon pembeli atau korban, seolah dia pemilik. Lantas pembeli diarahkan ke penjual asli untuk memeriksa unitnya langsung, namun penjual dinarasikan sebagai pihak ketiga kepada korban.
Gio, pemilik showroom motor bekas Giovani Motor Cawas, Klaten mengatakan modus penipuan seperti itu banyak terjadi, maka dari itu sebaiknya calon pembeli tidak buru-buru.
"Penipu mengincar orang yang menjual motor bekas di media sosial secara perorangan, sehingga lebih mudah diatur, dan digali informasinya terkait unit yang dijual," ucap Gio kepada Kompas.com, belum lama ini.
Selain itu, penjual juga mengharapkan harga pantas, maka dari itu penipu cenderung mengatakan setuju dengan harga yang diminta, tapi dengan syarat tertentu.
"Ada saja drama yang dibuat oleh si penipu, yang pada intinya penjual dibuat kondusif saat ada pihak yang memeriksa unit motor yang dijual, ujung-ujungnya penipu meminta transfer uang dari pembeli ke rekening pribadinya," ucap Gio.
Ketika uang sudah ditransfer ke penipu, maka uang pembeli akan lenyap dan unit yang dibelinya tak bisa diambil karena penjual aslinya belum menerima uang.
"Ngeri sih skema segitiga ini, bagi orang awam yang tak terbiasa bisa terjebak, maka dari itu saya selalu bilang ke konsumen agar hati-hati saat beli motor bekas, apalagi secara online," ucap Gio.
Ilustrasi jual beli motor bekas
Selain itu, menurut Dicky Dwi Putra, penyedia jasa inspeksi sepeda motor bekas Inspector Motor di Bogor mengatakan, ada juga kasus penjual nakal ikut main mata dengan penipu pada skema penipuan segitiga.
“Modusnya seperti ini, penjual tahu betul bahwa iklannya dimanfaatkan oleh pihak ketiga, yang pura-pura jadi perantara. mereka bagi peran, pembeli diarahkan transfer ke rekening penipu (atau rekening perantara),” ucap Dicky kepada Kompas.com, Kamis (28/8/2025).
Ketika uang sudah masuk ke rekening penipu, motor tidak pernah berpindah tangan karena penjual sengaja menarik diri. Akhirnya pembeli rugi, penjual dan penipu bisa sama-sama diuntungkan.
Motor bekas STNK only di Marketplace Facebook
“Dalam hal ini, pembeli harus merekam setiap dialog atau diskusi, agar nantinya ada bukti bahwa penjual memang meminta untuk transfer uang ke pihak ketiga, jadi penjual bisa dikatakan terlibat atau berskongkol,” ucap Dicky.
Dicky mengatakan, dalam menjalankan fungsinya sebagai inspektor motor bekas, kerap menjumpai modus penipuan segitiga dengan berbagai variasi.
“Intinya, calon pembeli harus benar-benar teliti dan berhati-hati, rekam setiap kejadian agar ada buktinya, jangan sampai penjual yang sebenarnya kerja sama dengan penipu tapi angkat tangan bilang tak tahu apa-apa,” ucap Dicky.
Bila penjual benar-benar tidak terlibat, biasanya dia juga kaget saat pembeli bilang sudah transfer uang atau uang muka. Karena, secara nyata dia tidak menerima uang atau mengetahui bakal ada pembayaran.
“Sedangkan penjual yang ikut kerja sama, dia sering tampak menghindar saat ditanya detail identitas, BPKB, atau saat diminta transaksi langsung, karena merasa kejahatannya bisa terbongkar,” ucap Dicky.
Jadi, modus penipuan segitiga umumnya murni ulah penipu, tapi tidak menutup kemungkinan penjual yang nakal bisa ikut terlibat dalam modus ini. Sehingga, calon pembeli wajib waspada.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!