Timing Chain, Komponen Badak tapi Bukan Bebas Masalah

Dibandingkan dengan timing belt yang terbuat dari karet, timing chain atau rantai timing di mobil memiliki daya tahan lebih tinggi.
Komponen ini lebih kuat, tahan terhadap suhu tinggi, dan mampu bekerja dalam tekanan mesin modern.
Karena keunggulannya tersebut, banyak pemilik kendaraan menganggap mobil dengan timing chain sebagai solusi praktis, karena tidak perlu diganti secara berkala seperti timing belt.
Timing Chain
Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, Jakarta, Roni Agung, menjelaskan bahwa timing chain memang dirancang untuk bertahan lama, bahkan bisa digunakan sepanjang usia mesin. Namun bukan berarti komponen ini bebas dari risiko kerusakan.
“Tetap ada kemungkinan timing chain mengalami masalah, terutama jika sistem pelumasan mesin tidak terjaga. Oli yang kotor atau jarang diganti bisa menyebabkan rantai cepat aus atau tensioner melemah,” kata Roni dalam keterangan resmi, Jumat (29/8/2025).
Peran dan Umur Pakai
Roni menjelaskan, timing chain berbentuk rantai logam yang berfungsi menghubungkan crankshaft (poros engkol) dan camshaft (poros bubungan).
Hubungan ini penting agar proses pembukaan dan penutupan katup mesin berjalan presisi sesuai siklus pembakaran. Tanpa adanya timing chain, mesin tidak dapat beroperasi dengan baik.
Rantai Camshaft dalam kondisi bersih
Berbeda dengan timing belt yang umumnya harus diganti setiap 60.000–100.000 km, timing chain tidak memiliki jadwal penggantian rutin.
Dalam kondisi normal dan dengan perawatan yang baik, timing chain bisa bertahan hingga 200.000 km atau bahkan lebih.
Roni mengimbau pemilik kendaraan untuk tetap melakukan perawatan agar timing chain bisa berfungsi optimal dalam jangka panjang. Beberapa hal yang disarankan antara lain:
- Menggunakan oli mesin sesuai rekomendasi pabrikan
- Melakukan penggantian oli secara rutin dan tepat waktu
- Memperhatikan suara mesin
Jika terdengar suara gemerincing atau suara tidak biasa dari ruang mesin, pemilik kendaraan disarankan segera melakukan pemeriksaan di bengkel resmi.
Pemeriksaan menyeluruh juga sebaiknya dilakukan saat kendaraan telah menempuh jarak cukup tinggi.
"Pemeriksaan detail biasanya diperlukan setelah 200.000 km atau lebih,” ujar Roni.

Cover Timing Chain Innova
Beberapa mobil yang dikenal menggunakan timing chain adalah mobil keluaran terbaru dan diesel modern,Toyota Avanza, Yaris, Fortuner VRZ diesel, kemudian Daihatsu Terios, Sirion, dan Rocky.
Kemudian Suzuki Ertiga, Mitsubishi Xpander dan Honda Brio, juga menggunakan komponen ini. Selain itu BMW dan Nissan secara umum banyak menggunakan timing chain.
Namun penggunaan timing chain bisa bervariasi antar model dan generasi, jadi cara terbaik untuk memastikan adalah dengan memeriksa spesifikasi kendaraan atau berkonsultasi dengan dealer dan mekanik.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!