Top 7+ Cara Mengatasi Rambut Rontok akibat Stres, Perhatikan Asupan Gizi

stres, mengatasi rambut rontok akibat stres, cara mengatasi rambut rontok akibat stres, rambut rontok karena stres, 7 Cara Mengatasi Rambut Rontok akibat Stres, Perhatikan Asupan Gizi, 1. Pahami bahwa rambut bisa tumbuh kembali, 2. Konsultasi dengan dokter kulit atau trikologis, 3. Gunakan perawatan topikal dan oral yang sesuai, 4. Perhatikan asupan gizi, 5. Rawat rambut dan kulit kepala dengan lembut, 6. Dokumentasikan kondisi rambut, 7. Kelola stres dengan baik

Rambut rontok bisa menjadi pengalaman yang mengkhawatirkan, apalagi jika terjadi secara tiba-tiba dan dalam jumlah banyak. Salah satu penyebab yang kerap diabaikan adalah stres. 

Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium (TE), yaitu kerontokan rambut sementara yang muncul beberapa bulan setelah tubuh mengalami tekanan fisik maupun emosional.

Meski umumnya bersifat sementara, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mempercepat pemulihan rambut dan menjaga kesehatan kulit kepala. Simak 7 tips berikut ini.

7 Cara mengatasi rambut rontok akibat stres

1. Pahami bahwa rambut bisa tumbuh kembali

Ahli trikologi sekaligus pendiri Advanced Trichology, William Gaunitz, WTS menjelaskan, kerontokan rambut akibat stres umumnya akan pulih dengan sendirinya.

“Setelah fase kerontokan mendadak, siklus pertumbuhan rambut biasanya akan kembali normal. Rambut akan tumbuh kembali seperti semula, asalkan tidak ada faktor lain seperti gangguan hormonal, genetik, atau kekurangan nutrisi,” jelasnya, dilansir dari Byrdie, Jumat (29/8/2025).

Dengan memahami bahwa kondisi ini umumnya sementara, kamu bisa lebih tenang dalam menghadapinya, karena panik berlebih justru bisa memperparah stres dan memperlambat pemulihan.

2. Konsultasi dengan dokter kulit atau trikologis

Jika kerontokan terasa berlebihan dan berlangsung lebih lama dari biasanya, sebaiknya segera berkonsultasi. 

Menurut Gaunitz, langkah ini penting untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan lain yang mendasari. 

Dokter dapat membantu menentukan apakah kerontokan benar-benar disebabkan stres atau faktor lain, seperti gangguan tiroid atau kekurangan zat besi.

3. Gunakan perawatan topikal dan oral yang sesuai

Dokter kulit bersertifikat dan pendiri Hudson Dermatology & Laser Surgery di New York, Dhaval G. Bhanusali, MD menyebutkan, ada beberapa pilihan perawatan medis yang bisa membantu mempercepat pertumbuhan rambut.

“Obat topikal seperti minoxidil atau finasteride dapat merangsang pertumbuhan rambut baru, sementara steroid topikal bisa membantu memperlambat kerontokan,” jelasnya.

Selain itu, terapi cahaya LED merah yang bersifat anti-inflamasi juga dapat membantu memperlambat kerontokan. 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa injeksi PRP (platelet-rich plasma) berpotensi mempercepat pemulihan rambut. Meski begitu, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat rekomendasi perawatan yang tepat.

4. Perhatikan asupan gizi

Menurut Gaunitz, kekurangan vitamin D3 dan ferritin (penyimpanan zat besi dalam tubuh) bisa meningkatkan risiko terjadinya telogen effluvium.

“Memastikan kadar nutrisi penting dalam darah berada pada tingkat optimal bisa mengurangi kecenderungan rambut rontok akibat stres,” ujarnya.

Tak hanya perawatan dari luar, perawatan dari dalam dengan mencukupi asupan gizi juga sangat diperlukan.

Mengonsumsi makanan kaya vitamin D, zat besi, serta protein sangat dianjurkan untuk menunjang kesehatan rambut.

5. Rawat rambut dan kulit kepala dengan lembut

Dr. Bhanusali menyarankan untuk menjaga kebiasaan perawatan rambut agar tidak menambah kerusakan. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:

1. Kurangi frekuensi mewarnai rambut.

2. Gunakan alat penata rambut dengan suhu rendah.

3. Hindari penggunaan dry shampoo setiap hari karena bisa menyumbat folikel rambut.

4. Perawatan yang lembut dapat membantu rambut baru tumbuh lebih sehat dan mengurangi risiko kerontokan lebih lanjut.

6. Dokumentasikan kondisi rambut

Bhanusali juga menyarankan pasien untuk mendokumentasikan kondisi rambut secara berkala.

“Saya biasanya meminta pasien mengambil foto baseline lalu mengulanginya setiap dua hingga tiga minggu,” ungkapnya.

Foto dari garis rambut depan, pelipis, hingga belahan tengah kepala bisa menjadi bukti visual untuk memantau perkembangan. 

Cara ini membantu mengetahui apakah kerontokan semakin parah atau justru mulai membaik.

7. Kelola stres dengan baik

Karena pemicu utama adalah stres, langkah paling penting adalah mengelola kesehatan mental. 

Aktivitas seperti meditasi, olahraga ringan, tidur cukup, hingga menghabiskan waktu bersama orang tercinta bisa membantu menurunkan tingkat stres.

Mengelola stres bukan hanya bermanfaat untuk rambut, tetapi juga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Rambut rontok akibat stres memang bisa kembali normal. Namun dengan memahami penyebab dan mengatasinya dengan tepat, kamu bisa mendapat pemulihan yang cepat.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!