Demo di Makassar, Gedung DPRD Sulsel Terbakar, Dokumen Pemerintahan Ikut Ludes

Kebakaran hebat melanda kompleks Gedung DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jalan Urip Sumoharjo, Panaikang, Kota Makassar, Jumat (29/8/2025) malam hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Tiga gedung utama di kawasan parlemen provinsi itu rusak parah dan tidak dapat difungsikan lagi.
Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Dr M Jufri Rahman (58), mengatakan kerugian fisik akibat kebakaran tersebut belum bisa ditaksir. Pihaknya akan melibatkan tim penilai independen untuk melakukan appraisal aset.
“Itu aset besar dan bersejarah. Kita belum bisa taksir. Nanti akan kita libatkan tim appraisal independen,” ujar Jufri Rahman kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025) pagi.
Menurut Jufri, meski kerugian fisik bisa dihitung, ada hal yang jauh lebih berharga, yakni dokumen pemerintahan yang disimpan di tiga gedung yang terbakar.
“Dokumen pemerintahan di tiga gedung yang terbakar tadi malam itu yang tak ternilai,” ucapnya.
Saat ini, Pemprov Sulsel masih berkoordinasi dengan pimpinan dan Sekretaris DPRD Sulsel terkait langkah penanganan pasca-kebakaran. Fokus utama diarahkan pada upaya mengamankan aset serta mitigasi dampak.
Gedung Paripurna dan Tower DPRD Sulsel Rusak Berat
Dari pantauan di lokasi, tiga gedung utama DPRD Sulsel terbakar hebat. Tingkat kerusakan mencapai sekitar 74 persen, terutama di lantai dasar, ruang rapat parlemen, dan bagian belakang.
Gedung tua berusia 47 tahun itu dibangun pada 1978 dan selama ini difungsikan untuk rapat paripurna serta ruang sembilan fraksi DPRD Sulsel.
Sementara itu, tower 10 lantai DPRD Sulsel yang dibangun pada 2007 dan diresmikan tahun 2008 juga terdampak parah. Seorang staf pamong praja DPRD Sulsel mengatakan, kerusakan terparah terjadi di lobi dasar, ruang rapat komisi, dan musala di lantai dua.
“Terparah di lantai lobi dasar, ruang rapat komisi, dan musalla lantai 2,” kata seorang staf pamong praja DPRD.
Di sisi lain, tiga rumah jabatan wakil ketua DPRD yang berada di area tenggara gedung hanya mengalami kerusakan minor.
Pemadaman Dramatis Selama 9 Jam
Penampakan gedung DPRD Makassar, Jl AP Pettarani, hangus dibakar massa, Jumat (29/8/2025) malam.
Kepala Bidang Operasi Pemadaman Damkar Makassar, Cakrawala, menjelaskan upaya pemadaman berlangsung dramatis karena jumlah massa yang membludak sempat menghambat akses armada pemadam.“Armada sudah merapat saat informasi datangnya massa, tapi karena massa sangat banyak, armada sempat tertahan,” ujar Cakrawala.
Menurutnya, armada baru bisa masuk setelah aparat TNI hadir untuk membantu membuka akses. Proses pemadaman kemudian dilakukan secara bergantian oleh sekitar 280 personel dan 40 unit armada dari Damkar Makassar.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.00 Wita, setelah upaya pemadaman berlangsung sejak pukul 00.00 Wita.
“Upaya pemadaman berlangsung dramatis karena api begitu besar dan intens, risiko bagi petugas sangat tinggi. Alhamdulillah setelah 9 jam, api akhirnya bisa dijinakkan,” kata Cakrawala.
Dampak Kebakaran
Selain gedung parlemen, kebakaran juga merembet ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi, antara lain Kantor Bank Sulselbar dan pos Satpol PP. Kedua bangunan tersebut hangus terbakar dengan kondisi dinding gosong.
Gedung paripurna DPRD Sulsel, ruangan pimpinan dewan, dan sembilan sekretariat fraksi juga dilaporkan habis terbakar.
“Nyaris tidak ada ruangan yang luput dari kobaran api,” kata Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif.
Ia menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut sekaligus mengapresiasi kerja keras tim Damkar dan TNI.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami cukup sedih melihat kondisi dan sama-sama menyaksikan situasi hari ini, hampir seluruh ruang dan bangunan terbakar. Atas nama DPRD Sulsel, kami mengucapkan terima kasih kepada mereka yang bekerja keras menanggulangi insiden ini,” ujarnya.
Sufriadi menambahkan, DPRD Sulsel akan segera menggelar rapat internal untuk menentukan lokasi kantor sementara agar aktivitas kedewanan tidak terhenti.
Pengamanan Ketat
Pasca-kebakaran, aparat TNI melakukan pengamanan berlapis di sekitar Gedung DPRD Sulsel. Sedikitnya 10 truk fuso pengangkut personel TNI disiagakan di depan gedung sejak Sabtu (30/8/2025) pagi.
Petugas juga menutup akses warga menuju area parlemen. Hingga pukul 09.10 Wita, Damkar masih melakukan pendinginan di area kebakaran, sementara asap tipis sesekali masih mengepul dari puing-puing bangunan.
Ketua Fraksi Harapan (PAN-Hanura), Muh Irfan AB, yang meninjau lokasi sejak pukul 06.30 Wita juga menyampaikan rasa duka mendalam.
“Kita sangat sedih. Gedung ini dibangun dari uang rakyat. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Irfan.
Ia juga mengajak masyarakat Sulsel untuk menjaga ketenangan serta stabilitas di tengah situasi yang sulit.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Sulsel yang kita cintai,” tambahnya.
Hingga saat ini, total kerugian kebakaran Gedung DPRD Sulsel belum bisa dipastikan. Pemerintah provinsi bersama DPRD Sulsel menunggu hasil penilaian dari tim appraisal independen.
Namun, dari kondisi di lapangan, hampir seluruh fasilitas DPRD Sulsel dilaporkan rusak berat dan luluh lantak akibat kebakaran.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Sekprov: Kerugian Fisik Bisa Ditaksir, Dokumen di 3 Gedung DPRD Sulsel Justru Tak Ternilai
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!