Wali Kota Makassar Dievakuasi dengan Motor Saat Demo di DPRD Memanas

Makassar, Wali Kota Makassar, DPRD Makassar, demo Makassar, demo makassar memanas, demo makassar ricuh, dprd makassar dibakar, kantor dprd makassar, Wali Kota Makassar Dievakuasi dengan Motor Saat Demo di DPRD Memanas

Wali Kota Makassar, Munafri "Appi" Arifuddin, sempat melewati proses evakuasi yang menegangkan saat aksi demonstrasi di Gedung DPRD Makassar, Sulawesi Selatan, berujung ricuh pada Jumat (29/8/2025) malam. 

Munafri Arifuddin yang juga dikenal sebagai pebisnis dan pernah menjabat sebagai CEO PSM Makassar hingga 2022, dievakuasi ketika massa mulai membobol area Gedung DPRD.

Saat itu, ia bersama para legislator tengah menghadiri rapat paripurna pembahasan Jawaban Wali Kota Makassar terhadap Perubahan APBD 2025 di lantai tiga gedung DPRD.

Dievakuasi Gunakan Sepeda Motor

Wakil Ketua II DPRD Makassar, Anwar Faruq, mengungkapkan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan cara tidak biasa. Menurutnya, Munafri Arifuddin dan sejumlah pejabat dievakuasi menggunakan sepeda motor.

“Bapak Wali Kota, Ibu Melinda Aksa (istri Munafri), Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta Sekda Makassar Andi Zulkifli Nanda semuanya dievakuasi dengan motor,” kata Anwar.

Evakuasi tersebut dilakukan melalui pintu belakang Gedung DPRD Makassar setelah situasi semakin mencekam.

Tenaga Ahli Pemkot Makassar, Suryadi Maswatu, yang turut hadir dalam rapat paripurna menyebut Munafri sempat menyelesaikan pembacaan laporan meski kericuhan sudah terdengar dari lantai dasar gedung.

“Pas selesai dan mau penandatanganan berita acara, anggota dewan sudah berteriak akhiri paripurna. Akhirnya semua bubar karena suara massa semakin dekat,” ujar Suryadi.

Gedung DPRD Makassar Terbakar

Setelah berhasil masuk ke gedung, massa melakukan pembakaran. Awalnya, sejumlah sepeda motor yang terparkir di depan Kantor DPRD Makassar menjadi sasaran.

Api kemudian merembet ke kendaraan roda empat yang terparkir di sisi kanan dan halaman depan gedung.

Api akhirnya menjalar hingga ke seluruh ruangan DPRD Makassar dan melalap kantor para wakil rakyat. Tak ada aset yang berhasil diselamatkan.

Puluhan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, hangus terbakar, termasuk mobil dinas milik sejumlah pejabat.

Mobil Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham ikut terbakar, begitu juga kendaraan milik anggota DPRD serta pejabat Pemkot Makassar, di antaranya Sekretaris DPRD Rahmat Mappatobba, Kepala Dinas Sosial Andi Bukti Djufrie, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Arlin Ariesta, hingga beberapa camat.

Sementara mobil dinas milik Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berhasil selamat dari kobaran api.

Empat Orang Meninggal Dunia

Kericuhan dan kebakaran di Gedung DPRD Makassar menelan empat korban jiwa. Berikut identitas para korban:

1. Syaiful, Kepala Seksi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, meninggal setelah melompat dari lantai 4 Gedung DPRD.

2. Budi, anggota Satpol PP Kota Makassar, juga meninggal karena melompat dari lantai 4.

3. Ubay, fotografer DPRD Makassar, meninggal setelah terjebak di dalam gedung dan hangus terbakar.

4. Sarinawati, staf ajudan anggota DPRD Makassar, meninggal akibat terjebak dan kehabisan oksigen di dalam gedung.

Dua korban tewas karena melompat dari lantai empat, sementara dua lainnya meninggal setelah terjebak dalam kobaran api di dalam gedung.

Sebelumnya, massa aksi menggeruduk Gedung DPRD Makassar ketika Pemkot dan DPRD tengah melaksanakan Rapat Paripurna terkait Jawaban Wali Kota Makassar terhadap Perubahan APBD 2025.

Keributan mulai terdengar sejak rapat masih berlangsung, membuat para legislator dan pejabat yang hadir mulai gelisah. Namun, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tetap menuntaskan penyampaian laporannya sebelum akhirnya dievakuasi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Detik-detik Wali Kota Makassar Dievakuasi Pakai Motor saat Demo Mulai Mencekam: Lewat Pintu Belakang

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!