Sering Makan Terlalu Malam? Selain Kegemukan, Hati-hati Dampak Serius Lain Bagi Tubuh

Makan larut malam telah menjadi kebiasaan umum bagi banyak orang, entah karena jadwal kerja yang padat, stres, atau sekadar kebiasaan. Namun, ’menyerbu’ dapur di malam hari dan mengonsumsi camilan tidak sehat bisa berdampak serius pada kesehatan Anda dalam jangka panjang.
Dalam wawancara dengan HT Lifestyle, konsultan senior di bidang gastroenterologi dan hepatologi, Fortis Escorts, Okhla, Dr. Surakshith T.K mengatakan bahwa makan di malam hari bisa menyebabkan masalah serius pada pencernaan.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan yang tampak sepele ini justru memicu berbagai masalah pencernaan seperti asam lambung naik dan gangguan pencernaan. Memahami alasan mengapa makan larut malam dapat merusak tubuh bisa membantu Anda membuat pilihan yang lebih baik untuk sistem pencernaan," kata dia dikutip dari laman Hindustime, Jumat 29 Agustus 2025.
Dr. Surakshith T.K menjelaskan lebih lanjut bagaimana ngemil di malam hari dapat memengaruhi kesehatan dan menyebabkan gangguan pencernaan serta asam lambung naik.
- Mengganggu siklus pencernaan alami
Tubuh manusia memiliki siklus sirkadian alami yang memengaruhi banyak fungsi tubuh, termasuk pencernaan. Makan larut malam mengurangi efisiensi proses pencernaan karena laju metabolisme melambat saat tidur. Pencernaan yang tidak optimal menyebabkan makanan tertinggal di lambung lebih lama, sehingga menimbulkan perut kembung, rasa tidak nyaman, dan produksi asam lambung berlebihan. - Produksi asam lambung berlebihan
Makanan yang dikonsumsi di malam hari, terutama yang berlemak atau pedas, membuat lambung melepaskan asam berlebih. Karena proses pencernaan hampir selesai untuk malam hari, tubuh memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menetralkan atau menyerap asam tersebut. Akibatnya, asam lambung dapat kembali naik ke kerongkongan, menimbulkan sensasi panas dan nyeri yang dikenal sebagai heartburn atau refluks asam. - Relaksasi Sfingter Esofagus Bawah (LES)
Sfingter esofagus bawah adalah otot yang memisahkan lambung dan kerongkongan. Jika Anda berbaring setelah makan, terutama setelah makan dalam porsi besar, LES bisa lebih rileks dan memungkinkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan. Proses inilah yang menyebabkan refluks asam, sehingga muncul gejala nyeri heartburn dan gangguan pencernaan. - Risiko Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD)
Makan larut malam adalah kebiasaan yang umum dan sering terjadi. Konsumsi makanan malam secara rutin, terutama menjelang dini hari, dapat memicu GERD, yaitu kondisi kronis di mana refluks asam terjadi berulang kali dan menimbulkan iritasi hingga kerusakan pada kerongkongan. Jika tidak ditangani, GERD jangka panjang dapat menimbulkan rasa sakit kronis, tukak lambung, dan bahkan kerusakan permanen. - Beban pencernaan dan gangguan tidur
Makan di malam hari mengganggu kualitas tidur. Alih-alih beristirahat, tubuh justru mengarahkan energi untuk mencerna makanan, sehingga pola tidur terganggu. Selain itu, makan sebelum tidur membuat sistem pencernaan bekerja tanpa perlu, yang memperburuk kembung, gas, dan gangguan pencernaan selama malam hari.